Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemenag Tarakan : Tarakan Belum Pernah Terpantau Hilal Secara Langsung

Zakaria RT • Rabu, 26 Februari 2025 | 22:51 WIB
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Kepala Kantor Kemeneg Tarakan Syopyan
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Kepala Kantor Kemeneg Tarakan Syopyan

 

TARAKAN – Sejak ditetapkan menjadi salah satu lokasi pemantauan hilal atau rukyatul hilal di Indonesia, Kota Tarakan diharapkan menjadi daerah strategis yang dapat melihat posisi hilal secara langsung.

Kendati demikian, hal tersebut hanya menjadi ikhtiar lantaran hingga saat ini aktivitas pemantauan hilal di Tarakan belum pernah menampakkan hilal secara langsung di langit kota Tarakan.


Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemeneg) Tarakan Syopyan mengakui jika hingga saat ini pemantauan hilal di Kota Tarakan belum pernah menampakkan hilal secara langsung.

Oleh sebab itu, pemantauan hilal jelang Ramadan tahun ini diputuskan berpindah lokasi dari Taman Berlabuh ke Satuan Radar (Satrad) 225 Tarakan. Hal itu lantaran lokasi Taman Berlabuh dianggap tidak cukup strategis dan kurang maksimal lantaran ketinggian kurang maksimal.

"Insyaallah tahun ini kita akan pindah lokasi ke dari Taman Berlabuh ke Satradar 225 di Mamburungan. Kalau dari sisi ketinggiannya juga bagus, tidak terhalang apapun. Ini pertama kalinya di sana karena sebelumnya kan kita melakukan ruqyahtul hilal di Taman Berlabuh. Memang selama ini di Tarakan saat pemantauan kita belum pernah melihat hilal, itu bisa jadi karena faktor cuaca juga misalnya mendung atau tertutup awan. Jadi pelaksanaan rukyatul hilal tidak menjamin kalau kita di sini bisa melihat secara langsung," ujarnya, Rabu (26/2).

"Diharapkan dengan dataran yang lebih tinggi ini, dapat menjadi representasi dari sisi waktu melihat matahari terbenam, bersamaan naiknya bulan atau hilal yang dimaksud. Nanti juga seperti biasa pemantauan melibatkan semua pihak baik pemerintah daerah, BMKG, ormas Islam dan Forkopimda lainnya," sambungnya. (zac).

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Kemenag Tarakan #hilal