TARAKAN - Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB), mengalami lonjakkan pengunjung di tahun 2024. Kenaikkan yang dialami sebanyak 30 persen dibanding jumlah pengunjung di tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Petugas Dinas Kehutanan bagian KKMB, Andi, pada Jumat (7/2). "Untuk jumlah pengunjung hutan mangrove di tahun 2024 naik sekitar 30 persen dari tahun 2023, paling ramai biasanya di hari-hari libur atau weekend," ujarnya.
Tidak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan mancanegara berkunjung untuk melihat daya tarik flora dan fauna yang ada di KKMB. "Mungkin sekitar 10 persen dari jumlah pengunjung di tahun 2024 adalah wisatawan dari luar negeri," tambahnya.
Meskipun mengalami kenaikan jumlah pengunjung, beberapa tantangan juga dihadapi petugas KKMB dalam mengelola dan merawat kawasan wisata tersebut. "Tantangannya ada di kebersihan, di mana kesadaran pengunjung dalam membuang sampah di tempatnya masih minim, kita juga masih kekurangan bahan untuk perbaikan jembatan papan," terang Andi.
Andi juga menuturkan kalau timnya masih menunggu arahan dari Dinas Kehutanan untuk proses perbaikan fasilitas KKMB. Segala bentuk perawatan dan perbaikan diupayakan sesegera mungkin akan terlaksana.
Untuk keberagaman fauna sendiri, tidak hanya bekantan, ada juga beberapa hewan lain yang menghidupi ekosistem di kawasan hutan mangrove seperti elang, bangau dan tupai.
Andi berharap naiknya tingkat pengunjung di tahun 2024 akan terjadi juga di tahun 2025. "Semoga bisa meningkat lagi di tahun ini, karena kawasan hutan mangrove adalah kawasan wisata yang harus dilestarikan," tutupnya. (*wld/)