TARAKAN – Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek 2025 atau tahun 2576 Kongzili, tim Barongsai Kaltara menggelar pertunjukan di halaman klenteng Toa Pek Kong yang bertempat di Jalan Teuku Umar Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, pada Selasa (28/1) malam.
Pertunjukan tersebut disaksikan ratusan pasang mata masyarakat yang cukup antusias menikmati antraksi barongsai.
Saat dikonfirmasi, Manajer Tim Barongsai Kaltara sekaligus Ketua Majelis Tinggi Konghucu (Matakin) Tarakan, Ayi Dianto mengatakan, atraksi pertujukkan barongsai sudah menjadi bagian dari kultur perayaan imlek.
Kendati demikian, untuk di klenteng Toa Pek Kong adanya antraksi barongsai baru dilakukan sejak tahun 1996 silam.
“Tidak hanya di klenteng, biasanya mereka (barongsai) juga melakukan pertunjukkan ke rumah-rumah warga tergantung panggilan. Tidak hanya warga Tionghoa yang suka tapi semua masyarakat, dari anak-anak sampai orang tua. Jadi di mana pun mereka (tim barongsai) main, pasti banyak penonton," ujarnya.
"Memang barongsai ini identik dengan perayaan Imlek tapi sekarang kan barongsai sudah jadi cabang olahraga. Barongsai ini adalah singa yang menjadi simbol keberanian, kekuatan, kebijakan dan keunggulan. Barongsai juga kadang menjadi perantara mempererat silaturahmi karena membuat masyarakat mengumpulkan menikmati hiburan," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim