TARAKAN - Kembali tertundanya pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan menimbulkan pertanyaan masyarakat terhadap apa yang terjadi pada program pemerintah pusat tersebut.
Apalagi, pelaksanaan MBG yang dilakukan tidak serentak dan adanya persoalan di daerah yang sudah menjalankannya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi II DPRD Tarakan Simon Patino menerangkan, dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) menerangkan bahwa direncanakan pelaksanaan MBG akan dilaksanakan pada 3 Februari.
Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum memastikan progres persiapan lantaran masih banyaknya tehknis yang harus diselesaikan.
"Dari hasil rakor kemarin MBG ini memiliki 2 pola, pola yang berkelanjutan itu menggunakan vendor, nanti vendor itu bisa mendaftar di salah satu situs milik Badan Gizi Nasional (BGN).
Itu akan dibuka tanggal 3. Waktu itu yang terdaftar sudah 14 ribu, tapi yang dibutuhkan 44 ribu se-Indonesia. Kalau sudah mendaftar maka vendornya sudah siap, dia mau dapatkan dari mana, dapurnya seperti apa," ujarnya, Kamis (23/1).
"Yang penting begitu vendor ini terdaftar dia harus menyediakan makanan dengan standar gizi. Atau bisa dilakukan yayasan. Tapi dalam hal ini TNI siap Berkontribusi.
Tugas DPRD nantilah melakukan pengawasan, kami memperhatikan 3 dari MBG ini pertama penyiapan bahan, produksi dan distribusi," sambungnya. (zac)
Editor : Azwar Halim