Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tren Kopi Sepeda Keliling di Kota Tarakan, Inovasi Baru Bisnis Kopi

Radar Tarakan • Rabu, 15 Januari 2025 | 17:40 WIB
WILDAN/RADAR TARAKAN JADI TREN: Salah satu kopi sepeda keliling saat mangkal di pinggir jalan.
WILDAN/RADAR TARAKAN JADI TREN: Salah satu kopi sepeda keliling saat mangkal di pinggir jalan.

TARAKAN – Bisnis perkopian di Bumi Paguntaka terus berkembang pesat dengan beragam coffee shop, kedai hingga warung kopi (warkop) yang kian bertambah di berbagai sudut kota.

Terbaru, dalam kurun waktu satu tahun terakhir ada inovasi baru dalam dunia bisnis kopi yang sedang harum-harumnya, yaitu tren kopi sepeda keliling.

Fenomena kopi sepeda ini mulai mewabah di Tarakan sebagai bentuk penawaran jenis usaha kreatif, modern dan simpel yang diyakini efektif dalam menunjang keinginan masyarakat akan pembelian kopi yang mudah dijangkau.

“Sebenarnya konsep kopi sepeda ini untuk memudahkan orang-orang mager yang pengen nyeduh kopi, karena kan sistemnya take away, dan kami kan tersebar di mana-mana,” ujar Aldi (21), salah seorang penjual kopi sepeda merek Sukha, Rabu (15/1).

Tren ini mulai digandrungi banyak pebisnis kopi karena dianggap lebih mudah dalam pengelolaan, murah secara modal, fleksibilitas lokasi jual dan memberikan warna baru bagi kemudahan penikmat kopi.

Usaha ini juga tidak kalah menguntungkannya dengan bisnis kafe atau coffee shop,

“Asalkan cuaca mendukung, sehari itu bisa laku 50-an gelas, dan kita ada 8 sepeda yang tersebar di berbagai titik kota,” ungkap Wandi (23), salah seorang penjual kopi sepeda merek La Galigo.

Dengan maraknya usaha ini, mulai bermunculan pemain baru yang membuat persaingan antar pengusaha kopi sepeda semakin sehat.

“Semuanya menarik baik dari segi branding maupun konsep, jadi kita bersaingnya di sektor kualitas rasa kopi, harga yang terjangkau dan pelayanan kita aja ke customer,” terang Codet (22), tim produksi kopi sepeda La Galigo.

“Kebetulan biji kopi kita produksi sendiri, karena kita punya mesin roasternya juga,” tambahnya.

Revolusi bisnis kopi seperti ini akan terus ada di setiap zaman dan menjadi variasi pilihan baru masyarakat dalam pembelian dan cara menikmati kopi, ini juga bisa menjadi pilihan bisnis baru bagi pecinta kopi tidak hanya di Tarakan, tapi di kota-kota lainnya. (*/wld/jnr)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #bisnis kopi #kaltara #Kopi Sepeda Keliling