TARAKAN - Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan terus mempertegas perannya sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat edukasi dan penelitian. Untuk mendukung keberlanjutannya, renovasi fasilitas yang telah usang menjadi prioritas utama.
Beberapa infrastruktur, seperti jembatan yang dibangun sejak 2001 dan pagar yang mulai rusak, dinilai perlu segera diperbaiki agar menunjang kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
“Kawasan ini sangat penting, baik dari segi manfaat ekologis sebagai habitat spesies langka, maupun sebagai objek wisata unik yang tidak banyak ditemukan di tempat lain. Bahkan, KKMB sering direkomendasikan oleh tamu-tamu dari luar kota,” ungkap Miko, petugas KKMB Tarakan, saat menerima peserta pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten video dengan smartphone atau mobile journalism (MoJo).
Pelatihan tersebut digelar oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara (Kaltara) pada Rabu (11/12).
Miko menjelaskan bahwa KKMB tidak hanya menjadi daya tarik pariwisata, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium pendidikan. Kawasan ini telah menjadi tempat penelitian bagi pelajar hingga mahasiswa, baik dari dalam maupun luar daerah.
Dengan fasilitas yang tersedia, mereka tidak perlu masuk jauh ke dalam hutan untuk melakukan penelitian terkait mangrove atau bekantan. Hal ini sangat membantu, terutama untuk penelitian yang memerlukan waktu dan akses yang mudah.
Dari sektor pariwisata, KKMB juga menunjukkan daya tarik yang konsisten. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari wisatawan lokal, luar kota, hingga mancanegara.
“Kami menyambut baik jika ada acara atau event yang diadakan di sini, karena itu bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung,” tambahnya.
Namun, Miko menekankan pentingnya inovasi untuk terus menarik perhatian publik. Misalnya, dengan menghadirkan program interaktif atau mengadakan kegiatan edukatif dan rekreasi.
Hal ini tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai sarana edukasi dan pelestarian lingkungan.
Sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pendidikan dan penelitian, KKMB Tarakan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Dukungan berupa perbaikan infrastruktur, kreativitas pengelolaan, serta pelibatan masyarakat dan pemerintah menjadi kunci agar kawasan ini tetap relevan dan bermanfaat bagi semua pihak. (lim)
Editor : Azwar Halim