TARAKAN - Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Namun, menurut petugas KKMB, Rahmawati, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menyambut lonjakan pengunjung.
“Persiapan secara khusus tidak ada. Kami selalu siap menerima pengunjung, baik dari Kota Tarakan, luar kota, maupun mancanegara,” kata Rahmawati saat ditemui awak media pada Rabu (4/12).
Rahmawati menambahkan bahwa pengunjung pada masa libur Nataru biasanya didominasi oleh anak-anak sekolah karena bertepatan dengan libur panjang.
Selain itu, wisatawan dari berbagai daerah juga turut memanfaatkan waktu liburan untuk menikmati keindahan KKMB.
“Kalau untuk Nataru, pengunjung biasanya lebih banyak anak-anak sekolah. Ada juga wisatawan, tapi mayoritas memang anak-anak,” ujarnya.
Namun, Rahmawati mengaku sulit memprediksi jumlah pengunjung tahun ini, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan.
“Kalau cuaca hujan, biasanya pengunjung tidak terlalu banyak. Mungkin sekitar 100 orang sehari, kalau cuaca cerah,” tambahnya.
CUACA JADI TANTANGAN
Rahmawati menjelaskan bahwa setelah pandemi Covid-19, jumlah pengunjung KKMB mulai meningkat meskipun tidak signifikan.
Namun, cuaca yang sering hujan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pengunjung, terutama dalam beberapa pekan terakhir.
“Pasca Covid, pengunjung sudah mulai bertambah, tetapi tidak terlalu signifikan. Kalau cuaca buruk, seperti hujan sepanjang hari, bisa jadi tidak ada pengunjung sama sekali,” jelasnya.
FASILITAS DAN ANGGARAN KKMB
Mengenai fasilitas, Rahmawati menyebutkan bahwa saat ini tidak ada penambahan fasilitas maupun kegiatan perbaikan di KKMB.
Ia juga menyampaikan bahwa anggaran yang tersedia hanya mencakup kebutuhan makan dan minum bekantan, sementara perawatan dan perbaikan kawasan belum mendapatkan alokasi anggaran.
“Karena ini di bawah pemerintah provinsi, anggaran kami bergantung pada mereka. Saat ini, belum ada anggaran untuk perawatan atau perbaikan KKMB, meskipun biasanya dianggarkan setiap tahun,” ungkapnya.
Rahmawati berharap pada tahun depan anggaran untuk perawatan KKMB bisa segera terealisasi.
“Mudah-mudahan tahun depan ada anggaran untuk perawatan KKMB, sehingga kawasan ini bisa lebih optimal untuk pengunjung,” tutupnya.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan anggaran, KKMB tetap siap menyambut para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dan melihat bekantan, ikon khas Tarakan, di habitat aslinya. (lim)
Editor : Azwar Halim