TARAKAN - Perekaman data e-KTP terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas Kelas II-A Tarakan akan dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan guna kebutuhan daftar pemilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kepala Disdukcapil Tarakan, Hery Purwono mengatakan, saat ini pihaknya masih masih menunggu konfirmasi dari pihak Lapas Tarakan agar dilakukan perekaman data terhadap WBP yang belum melakukan perekaman data e-KTP.
"Nanti dari Lapas yang akan mendata baru kami diminta untuk turun ke sana. Tapi kami siap saja kalau dari Lapas ada kebutuhan," katanya.
Ia menambahkan, pada Pemilu 2024 lalu untuk perekaman e-KTP terhadap WBP dilakukan setelah pihak mendapatkan permintaan langsung dari Lapas Tarakan.
Saat itu masih banyak WBP yang tidak memiliki e-KTP. Untuk kebutuhan Pemilu 2024 lalu, pihaknya melakukan perekaman di Lapas Tarakan sebanyak 2 kali," ulasnya.
"Kebanyakan dari mereka yaitu WBP, itu tidak memiliki identitas. Jadi begitu ditangkap mereka itu hana pakai nama alias saja," sebut Hery.
Kemudian pada perekaman biometrik yang akan dilakukan pihaknya, nanti akan muncul identitas asli WBP.
Sehingga akan lebih mudah untuk mendata WBP tersebut. Dari perekaman yang sudah pernah dilakukan, pihaknya belum menemui kendala. Apalagi Ditjen Dukcapil mendukung penuh pendataan untuk kebutuhan daftar pemilih pada pilkada 2024.
"Termasuk ketersediaan blanko sendiri, kita di support. Jadi blanko sudah siap, kalau warga butuh KTP untuk pemilu maupun keperluan lain kita ready stok," bebernya.
Ia menyebutkan, saat ini tersedia 3.000 lebih blanko KTP di Disdukcapil Tarakan sejak September 2024.
Kemudian pihaknya akan dipermudah ketika stok blanko habis dapat mengajukan permintaan ke Disdukcapil Provinsi Kaltara. Sejauh ini ia mendapati permintaan penerbitan e-KTP masih normal. Dalam sehari petugas Disdukcapil bisa melayani sekitar 20 hingga 30 orang.
"Kalau bulan ini kita belum ambil blangko lagi, tapi kami akan ambil lagi. Insyaallah amanlah, karena dari Disdukcapil provinsi dan pusat mendukung," tutupnya. (zar/lim)
Editor : Azwar Halim