TARAKAN - Semakin seringnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terpantau berkeliaran di Kota Tarakan menimbulkan perhatian besar masyarakat.
Pasalnya tidak jarang keberadaan ODGJ kerap meresahkan bahkan membahayakan masyarakat sekitar. Seperti kasus adanya ODGJ membawa sekop yang mengancam memukul warga yang ditemuinya, ataupun ODGJ wanita yang kerap terlihat membawa pisau dapur yang sesekali mengacungkan pisaunya ke masyarakat.
Menyadari kondisi ini, Penyuluh Sosial Muda Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Akhmad Sujai menerangkan, sejauh ini pihaknya terus melakukan monitoring terhadap keberadaan ODGJ di Kota Tarakan.
Adapun untuk beberapa ODGJ yang dinilai meresahkan, pihaknya telah menanggani hal tersebut dengan melibatkan Satpol PP Tarakan melakukan penertiban.
"Untuk saat ini yang kami tanggani yang berkeliaran di lapangan ada 3 orang. 3 orang itu 2 perempuan 1 laki-laki yang kami monitor. Pada prinsipnya kami bekerja sesuai SOP yang ada. Kalau di lapangan, pihak-pihak keamanan seperti polisi atau Satpol PP, itu kan di lapangan langsung menemukan hal seperti itu, bisa langsung koordinasi dengan dinsos,"ujarnya, (4/10).
Namun demikian, ia menyadari jika penertiban bukanlah solusi konkret dalam menanggani ODGJ. Menurutnya penertiban hanya bersifat penanganan sementara dan tentu solusinya ialah peran keluarga dalam melakukan pendampingan pada pengobatan ODGJ tersebut. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT