Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ancaman Gempa Megathrust, Kaltara Bisa Terdampak

Radar Tarakan • Sabtu, 7 September 2024 | 12:27 WIB
INT
INT

TARAKAN - Sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa Indonesia cukup rawan terhadap musibah gempa. Sehingga Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang paling sering mengalami gempa bumi dari yang terkuat hingga getaran lemah.

Saat dikonfirmasi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan, M. Shulam Khilmi menerangkan, ledakan energi gempa megathrust dengan kekuatan skala besar di atas magnitude 8,0 dan berpotensi tsunami memiliki potensi di Indonesia.

Diungkapkan, gempa megathrust merupakan gempa dengan skala sangat besar yang diakibatkan oleh dua lempeng.

Satu lempeng menyelinap ke bawah lempeng lainnya, sehingga menimbulkan atau mengakibatkan gempa dalam skala yang besar dan mencapai magnitudo di atas 8,0 SR. Dikatakan, sejak terjadi gempa dan tsunami di Aceh, BMKG aktif memberikan sosialisasi terhadap ancaman gempa khususnya gempa megathrust.

"Terkait kabar yang beredar selama ini terutama yang menyampaikan bahwa gempa megathrust di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu saja, isu tersebut sudah disampaikan sejak gempa bumi di Aceh pada 2004 yang menimbulkan tsunami karena pemicunya beberapa tahun lalu sudah terjadi (gempa megathrust) di Jepang," ujarnya, Jumat (6/9).

"Setelah ada gempa yang besar di atas magnitude 8.0, para pakar mengingatkan kembali bahwa di Indonesia juga ada potensi gempa megathrust. Di wilayah Indonesia sendiri ada 13 potensi gempa megathrust. Salah satunya yang paling dekat adalah di Utara Sulawesi. Jika titik gempa.di sekitar Sulawesi Utara terjadi maka hal itu juga berdampak ke Tarakan," sambungnya.

Ia menerangkan, pihaknya tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat, namun sebagai Lembaga yang fokus pada fenomena alam pihaknya merasa perlu dan penting untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait hal tersebut. Mengingat dengan informasi yang cukup hal tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana.

“Kalau yang disampaikan para ahli, untuk yang ada sudah ratusan tahun belum melepas energi adalah gempa megathrust di daerah Mentawai Siberut dan Selat Sunda.

Di sana ada zona gempa megathrust dua titik ini sudah ratusan tahun belum melepas energinya. Sementara di sampingnya, sekitarnya sudah melepas. Inilah yang diwanti-wanti oleh para ahli. Sehingga ini dikhawatirkan terjadi sewaktu-waktu atau kadang ada yang saya baca tinggal menunggu waktu saja," ungkapnya.

"BMKG memiliki kemampuan terbatas dalam memprediksi, soal kepastian kapan kejadiannya BMKG tidak bisa memprediksi, tapi untuk potensinya sudah sering disampaikan. Untuk di Mentawai Siberut dan Selat Sunda itu memang sudah sekitar 300an tahun belum melepas energi. Terakhir terjadi gempa megathrust tahun 1.700-an," lanjutnya.

Saat disinggung terkait apakah ada potensi di Kaltara, ia memastikan jika tidak ada potensi gempa megathrust. Namun demikian, jika gempa Megathrust terjadi di sekitar utara Sulawesi maka Tarakan juga dapat terdampak dari getaran tersebut.

"Kalau Kaltara cukup aman, tidak ada potensi. Tapi kalau musibah itu terjadi di perairan Utara Sulawesi, maka dampak tidak langsungnya bisa sampai ke Tarakan. Tentu kita semua berharap itu tidak akan terjadi," pungkasnya. (zac/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #gempa megathrust