Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Ketimpangan Lapangan Kerja, Berharap Gen Z Ber-UMKM

Radar Tarakan • Selasa, 3 September 2024 | 13:18 WIB
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN IKUT PAMERAN: Sejumlah produk UMKM Tarakan.
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN IKUT PAMERAN: Sejumlah produk UMKM Tarakan.

TARAKAN - Semakin meningkatnya pencari kerja (pencaker) setiap daerah tahunnya, membuat pemerintah dituntut harus meningkatkan lapangan kerja setiap tahunnya.

Kendati demikian, meski setiap tahun selalu ada lapangan kerja baru, namun hal tersebut dinilai belum bisa mengimbangi pencaker yang membludak.

Menyadari kondisi itu, membuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPTK) Tarakan terus mengupayakan peningkatan kuota pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) guna memaksimalkan penyerapan pencaker.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPTK) Tarakan, Agus Sutanto mengungkapkan, setiap tahun sejumlah perguruan tinggi (PT) dan sekolah terus menciptakan lulusan baru sebagai pencaker, sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru setiap tahun.

Sehingga dalam mengupayakan hal tersebut berbagai program dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja baru seperti menggelar pelatihan skill kerja, job fair, program magang.​

"Untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompleks, diperlukan upaya-upaya konferhensif dalam mengurai persoalan penyerapan tenaga kerja.

Upaya itu sudah dilakukan dari berbagai sektor misalnya menarik minat investor masuk ke Tarakan, melaksanakan pelatihan kerja, membuka program magang dan program job fair.

Itu bagian dari upaya pemerintah memaksimalkan penyerapan kerja secara menyeluruh," ujarnya, Senin (2/9).

"Setiap tahun pemerintah mengadakan pelatihan untuk UMKM, itu juga bagian dari upaya penyediaan lapangan kerja.

Misalnya kita lihat di sini kan banyak kafe, kita buat pelatihan barista, melatih membuat kue, masak atau tata boga, dan kursus lainnya, sehingga masyarakat bisa membuka usaha sendiri.

Paling baik adalah mendalami UMKM, karena semakin banyaknya UMKM maka lapangan kerja semakin bertambah.

Makanya cenderung mengadakan pelatihan, tujuannya agar fresh graduate ini, tidak hanya terpikir untuk mencari kerja tapi bagaimana menciptakan peluang lapangan kerja bagi orang lain," katanya.

Dikatakannya, saat ini berdasarkan data OSS DKUKMP tercatat pelaku UMKM di Tarakan yang terdata sebanyak 26.517 UMKM.

Kendati demikian pihaknya belum memastikan besaran persentase milenial dan gen Z dari angka tersebut.

Pun demikian, ia memprediksi 50 persen dari total jumlah tersebut diisi oleh kalangan millenial dan gen Z.

"Kalau melihat dari data OSS, jumlah UMKM yang terdaftar 26.517 kami belum pastikan berapa persen kalangan millenial dan gen Z.

Tapi kalau kami melihat kasak mata sangat banyak pelaku UMKM ini dari kalangan mudah, perkiraan kami ada 50 persen dari total jumlah tersebut.

Sebagian besar Millenial dan gen Z ini usaha kedai kopi kecil, membuat kue, kerajinan tangan atau pun produk-produk cemilan," urainya.

Namun demikian, meski pemerintah terfokus pada UMKM, namun tidak serta merta melalaikan penyerapan kerja untuk pencaker yang ingin berkarir pada perusahaan.

Ia mencontohkan, upaya tersebut seperti memberikan intervensi perusahaan untuk menggunakan tenaga kerja lokal pada posisi yang memungkinkan dikerjakan tenaga lokal.

Selain itu, jika terdapat posisi yang tidak bisa dikerjakan tenaga lokal, maka pihaknya meminta perusahaan untuk mengajarkan keahlian pada tenaga kerja lokal untuk disiapkan mengisi posisi yang saat ini diisi tenaga kerja asing.

"Investor-investor yang masuk ke Tarakan ini cukup memberikan dampak besar pada penyerapan tenaga kerja di Tarakan.

Meskipun saat ini masih ada TKA, tapi TKA ini mengisi posisi khusus yang memang tidak bisa dikerjakan tenaga lokal.

Tapi kami selalu mengimbau agar tenaga kerja lokal ini juga diajarkan atau diberi pelatihan khusus agar nantinya posisi yang diisi TKA ini dapat dikerjakan tenaga kerja lokal," pungkasnya. (zac/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #blk #dptk #lapangan kerja #pencaker #setiap tahun #Peningkatan