Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

HB Umumkan Mundur Dari Bursa Kontestan Pilgub Kaltara, Terkendala Dukungan Parpol

Radar Tarakan • Selasa, 27 Agustus 2024 | 10:00 WIB
FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Hasan Basri Anggota DPD RI
FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Hasan Basri Anggota DPD RI

TARAKAN - Setelah lama tak terdengar memunculkan perkembangan pada bursa Pilkada Kalimantan Utara (Kaltara), kini Hasan Basri resmi umumkan dirinya menarik diri dari pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur (Pilgub) Kaltara.

Hal itu ia lakukan lantaran ingin terfokus pengabdiannya menjadi anggota DPD RI pasca kembali terpilih pada pemilu 2024 lalu.

Pria yang akrab disapa HB tersebut menerangkan, dirinya memantapkan hati menarik diri atas perenungan panjang dan juga hasil berkonsultasi bersama keluarga.

Ia menyadari jika untuk maju pada kontestasi pilkada memerlukan kesiapan besar, sementara itu dirinya yang baru saja menjabat kembali tentu memiliki banyak PR yang harus diselesaikan khususnya pada persoalan di Kaltara. Sehingga ia tak mau fokusnya harus terbagi yang akhirnya membuat kinerjanya tidak maksimal.

"Saya memutuskan menarik diri dari bursa pencalonan pilkada Kaltara. Keputusan ini saya ambil berdasarkan beberapa alasan, setelah berkonsultasi dengan keluarga, dan meminta nasihat dari sang istri dan saudara.

Alasan pertama karena saat ini, saya lagi konsentrasi untuk dapat berjuang menjadi pimpinan MPR dan DPD RI," ujarnya, Senin (25/8).

"Sedangkan alasan kedua, karena masih kurang memuaskannya tingkat elektabilitas saya berdasarkan hasil survei selama ini.

Saya sadar betul, elektabilitas saya masih dibawah dibandingkan beberapa tokoh lain yang selama ini digadang sebagai calon gubernur Kaltara," sambungnya.

Sehingga atas kesadaran tersebut pihaknya tidak ingin berjudi mempertaruhkan jabatan DPD RI untuk bertarung di daerah.

Kendati demikian, ia menegaskan jika tidak menutup kemungkinan akan maju untuk 5 tahun ke depan. Meski diakuinya saat ini dirinya menyadari betul sulitnya mendapatkan dukungan partai lantaran berbagai faktor.

“Dengan melihat tren tingkat elektabilitas yang belum memuaskan hingga kini, maka saya harus realistis untuk tidak melanjutkan pencalonan diri sebagai cagub di Pilkada Kaltara 2024.

Alasan ketiga, menyangkut dinamika politik di Kaltara, yang menurut saya masih sangat berat bagi saya untuk mendapatkan dukungan partai," urainya.

“Setelah melakukan komunikasi politik ke semua partai, sampai saat ini peluang mendapatkan perahu untuk berkompetisi di pilkada masih sangat berat.

Walau saya menarik diri dari pencalonan sebagai cagub Kaltara, dalam Pilkada Kaltara, saya tetap memperjuangkan gagasan dan pemikirannya utk kepentingan masyarakat Kalimantan utara, terutama soal SDM, pendidikan, perikanan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Menurutnya, sebagai masyarakat yang andil dalam pembentukan Kaltara, ia selalu terpanggil dalam memperjuangkan gagasan dan pemikiran tentang Kaltara.

Bahkan, ia akan berupaya menitipkan gagasan kepada semua pasangan cagub-cawagub Kaltara yang akan berkompetisi. Menurutnya jika belum bisa maju dirinya tetap akan memperjuangkan cita-cita Kaltara melalui berbagai upaya.

"Saya berterima kasih kepada para simpatisan dan para pendukung yang selama ini tidak hentinya selalu memberikan dukungan serta turut mensosialisasikan gagasan saya.

Saya berharap semoga ke depannya Kaltara bisa mendapatkan Pemimpin yang amanah yang benar-benar memperhatikan kehidupan masyarakatnya,” pungkasnya. (zac/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #pilgub kaltara