Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satreskrim Polres Tarakan Dalami Dugaan Keributan di Selumit

Radar Tarakan • Selasa, 9 Juli 2024 | 10:48 WIB

 

FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN AKP Randhya Sakthika Putra
FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN AKP Randhya Sakthika Putra

TARAKAN - Keributan terjadi di wilayah Selumit pada Minggu (7/7) malam lalu. Dari Satreskrim Polres Tarakan saat ini sedang mendalami dugaan keributan tersebut yang diduga memuat unsur SARA. Akibat kejadian tersebut, puluhan orang pun diduga mendatangi Polres Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim AKP Randhya Sakthika Putra saat dikonfirmasi mengatakan, dari kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan penyelidikan meski belum ada laporan dari masyarakat. Saat ini pihak kepolisian menduga bahwa awal dari keributan tersebut setelah adanya video pria yang diduga berjualan obat.

"Jadi potongan video yang diduga menyinggung unsur SARA," katanya.
Untuk terduga pelaku diketahui masih berada di Kota Tarakan dan masih keberadaannya masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Untuk kerabat dari pelaku sudah diamankan pihaknya di salah satu hotel yang ada di Kelurahan Selumit, Tarakan Tengah.

"Keluarga pelaku kita aman untuk agar terlindungi dari amukan massa. Pelaku ini diduga bukan warga Tarakan," ucapnya.

Ditambahkan Randhya, massa sempat mendatangi tempat pelaku dan kerabatnya menginap. Namun terduga pelaku saat itu didapati tidak berada di hotel. Saat ini pihaknya juga sedang mendalami dugaan provokator dalam kejadian tersebut. Apalagi kejadian tersebut dinilai sensitif jika memang benar berkaitan dengan unsur SARA. Sama halnya dengan penyebar potongan video juga akan didalami oleh pihaknya.

"Nanti kami akan mintai keterangan untuk tahu peran-perannya seperti apa. Kalau ancaman (pidana) nanti dilihat dulu nanti tergantung hasil penyelidikannya," beber Randhya.

Kasat berharap masyarakat yang mendapatkan potongan video tersebut, agar tidak disebarkan lagi dan berharap tidak terprovokasi dengan potongan video tersebut. Dalam kejadian tersebut, pihaknya juga mendapati ada mobil patroli milik Polres Tarakan yang dirusak massa. Pihaknya memastikan akan memproses terhadap pelaku pengerusakan tersebut.

"Di sini kan ada hukum dan aturan yang berlaku, kalau sampai merusak itu salah. Kita masih identifikasi siapa saja yang merusak," pungkasnya. (zar/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara