TARAKAN - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara mendapati harga udang di Kaltara mulai kembali naik setelah anjlok beberapa waktu lalu. Diketahui, untuk menstabilkan kembali harga udang di Kaltara yang sempat anjlok, Pemprov Kaltara membuat Satgas untuk menangani harga udang di Kaltara.
Kepala DKP Kaltara Rukhi Syayahdin melalui Analis Pasar Hasil Perikanan DKP Kaltara Khairullah mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari Tim Satgas Harga Udang dan pihak cold storage di Kaltara, didapati harga udang semakin membaik.
"Untuk harga tetap mengacu pada kesepakatan bersama hasil rapat satgas. Di clod storage Bonanza untuk udang size 20 sudah mengalami kenaikan juga, per Juni harganya Rp 168 ribu," katanya.
Didapati pada akhir Februari lalu, dari tabel harga udang timbang di cold storage untuk harga udang size 15 Rp 175 ribu, size 20 Rp 155 ribu, size 25 Rp 132 ribu, size 30 Rp 127 ribu dan size 35 Rp 115 ribu.
Diakui Khairullah, masih terdapat perbedaan udang di masing-masing cold storage. Hanya saja harga udang di semua clod storage tidak dibawah harga yang sudah disepakati bersama Tim Satgas Harga Udang.
"Jadi untuk harga udang ini harga ini ditetapkan bersama cold storage, perwakilan petambak dan anggota Satgas lainnya," bebernya.
Didapati, DKP Kaltara rutin melakukan monitoring dan evaluasi harga udang dalam rangka menstabilkan kembali harga udang di Kaltara. Bahkan sudah SK Gubernur Nomor 188.44/K.703/2022 tentang Satgas Stabilitas Harga Udang di Provinsi Kaltara. Diharapkan dengan adanya satgas tersebut bisa melakukan monitoring terkait kesediaan, kelancaran tata niaga harga udang agar stabil di Kaltara.
"Upaya yang coba dilakukan juga yaitu mengusulkan bantuan bibit udang dalam APBD Perubahan. Dengan adanya bantuan bibit udang berkualitas sehingga menghasilkan udang yang tahan penyakit," imbuhnya.
Diharapkan dengan upaya yang sudah dilakukan pihaknya, bisa mempertahankan kualitas udang di Kaltara. Lantaran dengan kualitas yang baik maka harga udang dapat disesuaikan.
"Untuk monitoring itu kita efektif sudah berjalan akhir 2022 sampai sekarang," tutupnya. (zar/lim)
Editor : Azwar Halim