TARAKAN - Tidak ada kejadian menonjol yang ditemukan oleh Basarnas Tarakan selama melaksanakan operasi SAR Idulfitri. Operasi tersebut diketahui berlangsung selama 16 hari dan berakhir kemarin (19/4).
Kepala Basarnas Tarakan, Syahril mengatakan, hanya ada satu laporan yang ditemukan oleh pihaknya yaitu laka laut yang terjadi di Kabupaten Nunukan. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Kita belum ketahui apakah itu pelayaran itu legal atau ilegal juga tidak tahu. Kejadiannya itu tabrakan salah satu perahunya tenggelam tapi tidak ada korban jiwa," katanya, Jumat (19/4).
Usai terima laporan, pihaknya sempat menerjunkan personel. Namun didapati para korban sudah terlebih dahulu menyelamatkan diri dengan meminta bantuan kapal nelayan ada berlayar.
"Jadi siaga SAR tahun ini tidak ada korban jiwa. Zero accident ini merupakan bentuk keberhasilan kita juga dalam pelaksanaan momen Lebaran yang mana masif pergerakan masyarakat," ujarnya.
Ditambahkan Syahril, selama siaga SAR tersebut pihaknya lebih intens melakukan patroli. Khusus di wilayah perairan. Untuk di darat, pihaknya lebih menempatkan personel yang bersiaga di titik keramaian tempat wisata salah satunya Pantai Amal Tarakan. Selama siaga SAR, pihaknya menyiagakan dua unit rigid inflatable boat (RIB) dan perahu karet untuk siaga di Pantai Amal.
"Kalau di tahun ini penumpang yang mudik itu meningkat tapi di tempat wisata jumlah wisatawan tidak meningkat. Pantai Amal kita dapati agak cepat apabila dibandingkan dengan tahun lalu," beber Syahril.
Pihak menyiagakan 65 personel selama pelaksanaan siaga SAR khusus Idul Fitri. Saat ini pun, siaga SAR khusus telah ditutup, untuk personel dan alutsista juga telah dikembalikan ke tempat yang semula.
"Jadi tahun ini zero accident, sama dengan tahun lalu," tutupnya. (zar/lim)