TARAKAN - Seperti tahun-tahun sebelumnya, parade musik sahur kembali digelar dalam memeriahkan suasana bulan Ramadan di Kota Tarakan. Pelaksanaan parade yang digelar pada Sabtu (30/3) malam tersebut, disambut antusias cukup besar dari masyarakat meski sempat diwarnai hujan.
Panitia Parade Musik Sahur Che Ageng menerangkan, pihaknya cukup bersyukur pelaksanaan Parade musik sahur berjalan lancar. Dikatakannya, antusias peserta pawai mengalami peningkatan dari tahun lalu. Ia menyebut, di tahun ini jumlah peserta terdiri dari 62 pejalan Kaki dan puluhan truk dan pikap. Adapun untuk rute parade yakni dimulai dari Stadion Datu Adil dan finish di Masjid Al-Marif Kelurahan Selumit, Tarakan Tengah.
“Pelaksanaan musik sahur 2024 alhamdulillah berjalan meriah dan disambut antusias masyarakat cukup besar. Ini juga ditandai dengan banyaknya peserta yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk peserta ada tahun ini peserta 62 tim pejalan kaki. Satu grup terdiri 20 peserta. Kalau tahun lalu peserta kelompok jalan kaki hanya 52 saja,” ujarnya, Minggu (31/3).
“Tadi juga memang banyak masyarakat nonton ke hampir ke tengah sehingga itu menyulitkan peserta berjalan karena terlalu sempit. Memang ini agak sulit besarnya antusiasme masyarakat namun tidak diikuti kesadaran tinggi untuk menonton membuat penyelenggara sempat kewalahan,” sambungnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya parade musik sahur diikuti berbagai macam komunitas seperti kelompok ikatan remaja masjid, organisasi dan lainnya. Lanjutnya, masing-masing peserta menyanyikan yel-yel sesuai versi masing-masing yang tidak jarang membuat masyarakat terhibur. Ia mengapresiasi, meski sempat diwarnai hujan, namun hal itu tidak mengurangi semangat peserta dan penonton melanjutkan perjalanan.
“Sempat khawatir juga karena turun hujan, tapi hujan tidak mempengaruhi semangat warga untuk menonton, masyarakat tetap menonton dalam kondisi hujan. Itu menurut saya cukup luar biasa dan sebenarnya inilah keunikan dari setiap acara pawai di Indonesia. Meski hujan atau panas masyarakat tetap antusias,” terangnya.
Menurutnya, pawai tersebut telah menjadi tradisi yang dilakukan di Ramadan sekaligus sebagai ajang silaturahmi. Sehingga ia cukup berterima kasih bagi seluruh pihak yang terlibat dalam meramaikan acara tersebut.
“Cukup unik yah, semua peserta menampilkan hal berbeda. Pengumumannya nanti akan diumumkan. Siapa pun pemenangnya, kami pikir semua peserta sudah menunjukan yang terbaik,” tuntasnya.
Pj Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, M.Si, menerangkan, parade yang diselenggarakan di bulan suci Ramadan ini merupakan kegiatan positif yang bertujuan untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Sehingga ia menegaskan jika parade ini tidak hanya menghibur masyarakat muslim saja namun juga dinikmati semua masyarakat Tarakan.
“Parade sahur ini sudah menjadi bagian tradisi ramadhan, kalau dulu namanya bedug sahur yang dilaksanakan di bulan puasa. Ada juga pawai takbiran yang dilakukan malam sebelum lebaran, Itu juga sudah ada sejak dulu. Sehingga kami mengharapkan kegiatan ini dapat mempererat silahturahmi antar masyarakat dan kita sama-sama dapat menikmati pawai ini,” jelasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim