TARAKAN- Untuk memenuhi sumber air baku saat ini Kota Tarakan hanya mengandalkan tampungan air bendungan dan embung. Saat ini di Tarakan terdapat satu bendungan dan tiga embung yang menjadi sumber air baku bagi kebutuhan masyarakat Tarakan. Berdasarkan pengkajian dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, terdapat delapan potensi lagi embung yang bisa dibangun di Tarakan.
Kepala BWS V Kalimantan V Tanjung Selor Mustofa S, ST, MT mengatakan, kondisi Tarakan yang merupakan sebuah pulau sehingga sumber air baku tidak bisa diandalkan dari air tanah. Dengan adanya embung dan bendungan yang ada saat ini, dinilai masih mencukupi kebutuhan air baku masyarakat Kota Tarakan.
"Prediksi 35 tahun kedepan pasti defisit kalau kita tidak tambah tampungan air lagi. Jadi ada delapan potensi yang bisa kita buat embung," ungkapnya.
Baca Juga: Wilayah Perairan Kaltara Rawan KMM
Adapun delapan potensi embung yang bisa dibangun di Kota Tarakan yaitu berada di Binalatung terdapat dua embung. Kemudian Embung Sungai Maya, Embung Mapan, Embung Karang Anyar, Embung Semunti dan Embung Manggatal. Semua potensi pembangunan embung tersebut sudah berdasarkan dengan pengelolaan sumber daya air.
"Bisa saja bertambah berdasarkan desain dan bisa saja berkurang. Ini hanya yang sudah disampaikan melalui rencana pola sumber daya air dan sudah berdasarkan studi," imbuhnya.
Dari delapan embung yang berpotensi bisa dibangun di Kota Tarakan, prosesnya masih dalam tahap studi kelayakan. Pihaknya pun akan berupaya segera penambahan embung di Tarakan. Apalagi semua usulan delapan embung tersebut sudah disampaikan ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Baca Juga: Dua Desa di Muara Bengkal Belum Tersentuh Jaringan Air Bersih, Warga Masih Andalkan Sungai
Untuk biaya pembangunan satu embung, diakui Mustofa tergantung dengan kapasitas embung untuk menampung air. Nantinya akan dibuat cekungan untuk bisa menampung sumber air yang sudah tersedia.
"Mungkin bertahap nanti. Saya perjuangkan tahun depan itu sudah ada desainnya. Kita usahakan ada satu atau dua desain," tuturnya.
Mustofa menyebutkan, satu bendungan dan tiga embung masih akan terus menjadi andalan untuk kebutuhan sumber air baku. Untuk ini tampungan maksimal embung Begawan 206 ribu meter kubik, embung Rawasri 120 ribu meter kubik, embung Indulung 120 ribu meter kubik dan bendungan Binalatung memiliki tampung maksimal Rp 1 juta meter kubik.
"Di Tarakan kalau tidak hujan 5 sampai 6 hari pasti terjadi defisit air. Namun di Tarakan ini kemaraunya tidak panjang," pungkasnya. (zar/ana)