Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Wilayah Pulau Kalimantan tumbuh sebesar 5,43 persen. Dan Provinsi Kaltim berada pada posisi ketiga terbesar di Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi 6,22 persen tahun 2023. Setelah Maluku Utara sebesar 20,49 persen dan Sulawesi Tengah sebesar 11,91 persen.
Di mana, salah satu pendorong dari pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan terutama di Provinsi Kaltim, karena adanya aktivitas konstruksi yang tumbuh hampir 15,82 persen. Di sisi lapangan usaha dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kaltim.
“Dan ini tentunya karena adanya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Produk Domestik Bruto) Triwulan IV 2023, Senin (5/2).
Dia melanjutkan, jika melihat dari sisi pengeluaran pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di Kaltim, juga mengalami pertumbugan tinggi. PMTB adalah pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi.
PMTB mencakup bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan bandara, serta mesin dan peralatan.
”Dan ini tentunya karena adanya pembangunan berbagai infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN),” terang perempuan yang juga menjabat Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini.
Sementara itu, kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB tahun 2023 masih yang terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi sebesar 57,05 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,01 persen, lalu Sulawesi serta Maluku dan Papua tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Wilayah Pulau Kalimantan tumbuh sebesar 5,43 persen.
Wilayah pulau Sulawesi tumbuh sebesar 6,37 persen.
“Pertumbuhan (ekonomi) tertinggi ada di Pulau Maluku dan Papua sebesar 6,94 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 tertinggi tercatat di Provinsi Maluku Utara sebesar 20,49 persen. Kemudian diikuti oleh Sulawesi Tengah sebesar 11,91 persen,” jelasnya,
Sebagai informasi bahwa pada tahun 2023, BPS menampilkan pertumbuhan untuk 38 provinsi, sesuai dengan adanya tambahan daerah otonomi baru (DOB). Pertumbuhan ekonomi dua digit pada dua provinsi, Maluku Utara sebesar 20,49 persen dan Sulawesi Tengah sebesar 11,91 persen itu terutama didorong oleh pertumbuhan yang impresif dari lapangan usaha industri pengolahan, serta pertambangan dan penggalian.
Selanjutnya adalah sumber pertumbuhan ekonomi menurut Pulau Maluku Utara merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk wilayah Maluku dan Papua, yang didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan pertambangan dan perdagangan.
Sementara Sulawesi Tengah merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi untuk wilayah Pulau Sulawesi, dengan lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah adalah industri pengolahan pertambangan dan perdagangan.
“Untuk wilayah pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusra, dan Kalimantan, sumber pertumbuhan utamanya masih sama seperti tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera masih ditopang oleh ekonomi Provinsi Sumatera Utara. DKI Jakarta masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa.
Wilayah Bali Nusra sumber pertumbuhan ekonomi terbesar masih berasal dari Provinsi Bali. Dan pertumbuhan ekonomi di pulau Kalimantan masih ditopang oleh ekonomi Provinsi Kaltim,” papar Winny sapaan akrabnya.
Dalam paparannya, Provinsi Kaltim memiliki sumber pertumbuhan terbesar di Pulau Kalimantan sebesar 3,24 persen. Dengan sumber pertumbuhan utama adalah pertambangan dan penggalian, konstruksi, dan industri pengolahan.
Kemudian Provinsi Kalsel sebesar 0,71 persen, Provinsi Kalbar sebesar 0,68 persen, lalu Kalteng sebesar 0,46 persen, dan Provinsi Kaltara sebesar 0,34 persen. (kpg/riz/jnr) Editor : Azwar Halim