Ia menambahkan, dari tim Inspektorat Jenderal Kementrian Perhubungan telah melakukan pengecekan langsung armada Indomaya ke Tawau pada 22 November lalu. Armada tersebut pun sudah tiba dari Tawau ke Tarakan pada Kamis (23/11). "Secara SOP di terminal dan dermaga (Pelabuhan Malundung) sudah siap juga jauh hari," ucapnya.
Ia juga memastikan instansi yang melakukan pelayanan di rute pelayaran tersebut juga sudah siap melakukan pelayanan. Seperti Bea Cukai, Imigrasi, Syahbandar, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Karantina Kesehatan. Adapun tarif untuk Tarakan-Tawau bagi dewasa Rp 850 ribu dan anak-anak dengan usia maksimal 2 tahun Rp 600 ribu.
Terhadap kapal yang melayani rute internasional, diketahui kapasitas dalam pelayaran rute internasional ini sebanyak 126 seat. Rio melanjutkan, ke depan diperkirakan akan ada armada lain yang akan melayani internasional tersebut.
Terkait teknis di Pelabuhan Malundung yang akan berubah dalam pelayaran rute ini. Di antaranya yaitu pengantar dan penjemput hanya sampai di pintu terminal keberangkatan atau kedatangan. Hal itu diberlakukan pihaknya untuk mengantisipasi gangguan ketertiban dan keamanan di dermaga. "Jadi supaya steril juga. Malundung ini juga sudah berubah SOP-nya karena memang seperti itu," bebernya.
Dengan beroperasinya rute internasional ini akan membawa dampak tersendiri khususnya pada sisi ekonomi untuk Kota Tarakan. Hal ini dikarenakan, masyarakat dari luar Tarakan yang akan ke Tawau pasti akan melalui Tarakan saat akan ke Tawau.
"Apalagi bukan hanya masyarakat Tarakan, pasti nanti penginapan atau transportasi juga akan mendapatkan keuntungan tersendiri," pungkasnya. (zar/lim) Editor : Azwar Halim