Dalam konferensi pers yang juga dihadiri mantan politisi Nasdem yakni dr Ari Yusnita, Sekretaris dan Bendahara DPC PDI-P Tarakan Sutrisno, Wakil Ketua Banteng Muda DPD PDIP Kaltara Arnoldus Yansen Gomez, serta beberapa kader dan simpatisan PDI-P lainnya. Najamudin mengungkapkan, pilihannya berlabuh untuk berjuang bersama PDIP tidak terlepas dari kekagumannya kepada partai berlambang banteng tersebut.
Menurutnya, PDIP merupakan salah satu partai terbesar di Indonesia yang memiliki sikap tegas kepada kadernya. Selain itu kekaguman lainnya ialah Partai yang di nahkodai oleh Megawati Soekarno Putri tersebut memiliki visi yang jelas untuk membangun Indonesia ke arah lebih baik.
"Yang pertama saya ingin mengatakan bahwa saya merupakan mantan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bulungan yang hijrah ke PDIP. Bergabungnya kami ke PDIP karena menginginkan adanya perubahan warna dan nuansa baru. Kami melihat PDIP salah satu Partai terbesar di Republik Indonesia ini. Karena 2014 dan 2019 PDIP merupakan partai pemenang pada Pileg dan Pilpres. Kami harapkan 2024 PDIP bisa mencetak Hattrick menang untuk ketiga kalinya,"terangnya.
Najamudin mengatakan Keputusan untuk keluar dari Demokrat, mutlak merupakan pilihan hati. Ia mengatakan tak pernah ada konflik di partai sebelumnya hingga mengambil sikap untuk hijrah ke PDIP. Lanjutnya, ia tidak ingin membandingkan parpol mana pun lantaran setiap orang memiliki penilaian berbeda.
"Saya mengundurkan diri dari partai Demokrat pada tanggal 10 Desember 2022. Saya membuat surat pengunduran diri dengan jelas dengan mengirimkan surat pengunduran diri ke DPD dan DPP Partai Demokrat. Saya keluar secara kesatria. Setiap pilihan, kami juga selalu melihat dari sisi positifnya, saya tidak pernah membandingkan, semua partai itu baik. Tetapi dimana hati kita cocok, disitulah kita akan berlabuh,"tegasnya.
Meskipun kabar kepindahan dirinya sudah tersiar ke publik sejak beberapa bulan lalu, namun ia tetap mengumumkan kepindahannya tersebut guna menegaskan bahwa dirinya memang sudah tidak lagi menjadi bagian berlogo Merci yakni Demokrat. Sehingga ia menegaskan jika saat ini dirinya mantap menggunakan baju kebesaran PDIP dalam melanjutkan karir politiknya.
"Kenapa saya konferensi pers seperti ini? Supaya orang tahu H. Najamuddin atau H. Lontong ini tidak lagi di Demokrat. Jadi jelas saya ingin perubahan warna dari biru ke merah," Jelasnya.
Sebagai politisi senior, ia melihat PDIP merupakan Parpol yang memiliki sikap tegas dan disiplin kepada kadernya. Sehingga dengan karakteristik PDIP saat ini dinilai cocok dengan dirinya yang notabene memiliki karakter tegas. Ia juga menyebutkan contoh ketegasan PDIP yang sudah memberikan sanksi berat terhadap kadernya. Namun, Najamuddin enggan menjabarkan kader yang dimaksud secara gamblang.
"Karena PDIP sudah menginstruksikan harus turun ke bawah. Akan dikenakan sanksi apabila menduduki kursi DPR kalau tidak turun ke masyarakat dan sanksi terberat adalah PAW," ujar dia. Banyak disini partai tidak ada ketegasan. PDIP buat sejarah baru, ada satu orang di PAW, mungkin bapak ibu sudah tahu. Jadi intinya keluar satu kader, masuk dua kader potensial sekaligus,"pungkasnya. Editor : Azwar Halim