Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Motor Listrik Mahasiswa UB Tarakan Jauh Lebih Hemat

Azwar Halim • Minggu, 8 Oktober 2023 | 09:51 WIB
KONVERSI BBM KE LISTRIK: Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UBT menunjukkan motor listrik hasil penelitian yang dinamai Beatrix, Jumat (6/10). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
KONVERSI BBM KE LISTRIK: Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UBT menunjukkan motor listrik hasil penelitian yang dinamai Beatrix, Jumat (6/10). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Merespons perubahan iklim dan transisi energi, sejumlah mahasiswa di Universitas Borneo Tarakan (UBT) mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke listrik pada sebuah unit sepeda motor.

Dalam penelitian tugas akhir, 7 mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, di antaranya Prayoga R.L. Silalahi, Yosef Alexander Koli, Hasbi Anugrah, Kiswandi, Sulfahmi, Dermawan dan Chairul Saleh pun membangun sebuah sepeda motor berpenggerak dinamo yang dinamai Beatrix (Beat Listrik). Dosen pembimbing sekaligus Sekretaris Jurusan Teknik Mesin UBT, Jadi Santoso mengungkapkan, motor listrik konversi buatan mahasiswa merupakan produk dari tugas akhir skripsi.

Kendaraan listrik tersebut diciptakan atas dasar kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. "Awalnya motor listrik ini dibuat untuk tugas skripsi yang latar belakangnya adalah bahan bakar yang isu lingkungan yang bahan bakarnya mulai langkah kemudian polusi dan sebagainya kemudian tren penggunaan kendaraan listrik saat ini," ujarnya, Jumat (6/10).

"Akhirnya mereka tertarik melakukan konversi dari kendaraan bahan bakar, kalau di Jurusan Teknik Mesin penyebutannya bahan bakar dalam, itu menggunakan bensin, dan akhirnya motor yang awalnya menggunakan bensin diubah secara full menjadi tenaga listrik," sambungnya.

Dalam pengerjaannya sejak awal penelitian motor listrik ini setidaknya menghabiskan waktu total satu tahun. Mengingat, proses perakitan pada kelistrikan dan konektivitas lainnya dinilai memiliki kesulitan tingkat tinggi.

"Motor listrik ini produk tugas akhir, prosesnya memakan waktu 1 tahun yang dibuat oleh 7 mahasiswa. Akhirnya mereka membagi tugas akhirnya jadi motor listrik ini. Mereka menyusunnya dengan menyesuaikan bidang mereka masing-masing. Karena prosesnya tidak sesimpel merakit biasa, kemudian prosesnya juga cukup panjang," tukasnya.

"Komponen motor listrik ini ada 3, pertama dinamo, kemudian kontrolnya, dan baterai. Dengan dibuatnya motor listrik ini diharapkan ini bisa terus dikembangkan untuk junior-junior mereka selanjutnya. Seperti yang dijelaskan, ada hal-hal yang masih perlu dikembangkan lagi. Semoga penelitian selanjutnya terus dikembangkan sehingga motor listrik ini di masa depan dapat dikembangkan untuk digunakan masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Prayoga menerangkan jika pihaknya memanfaatkan semua bagian motor BBM, kecuali mesin dan tangki. Dalam proses itu, dengan dibimbing Muh. Firdan Nurdin, S.T, M.T, dosen di Jurusan Teknik Mesin akhirnya berhasil membangun motor listrik yang memiliki ketahanan dan kemampuan di atas rerata motor BBM.

"Untuk proses merakitnya pertama diawali dengan pembongkaran untuk semua komponen. Lalu setelah proses pembongkaran, kami masuk ke dalam bagian rakitan di mana pada proses perakitan itu kami menempatkan bricket atau dudukan motor listrik, lalu bricket untuk kontroler. Kami juga menempatkan proses instalasi kelistrikan. Seluruh kelistrikan dari motor bahan bakar ini digunakan semua. Jadi tidak ada bagian yang dibuang. Yang dilepas cuma mesinnya saja," terangnya.

"Kami melakukan penelitian ini secara akademisi dan kami membawa data bulat secara akademisi. Apa kelebihannya motor listrik dan bahan bakar. Pertama, dari kecepatannya berbeda. Motor listrik ini memiliki kecepatan lebih rendah daripada motor berbahan bakar. Tapi keunggulannya, pendakian di tanjakan. Waktu kami uji, di bukit sekitar 30-40 derajat. Mesin motor bahan bakar, mesinnya teriak, dan motor listrik ini tetap stabil. Bahkan tarikan gas motor listrik tidak sampai setengah untuk menanjak," ucapnya.

Dikatakan kekuatan motor listrik rakitannya tersebut saat menanjak sangat jauh lebih baik dengan kendaraan berbahan bakar BBM. "Bahkan ketika tarikan gasnya kami turunkan saat menanjak motor listrik ini masih kuat menanjak. Itu poin plus yang kami dapat dari motor listrik ini. Yang kedua dari nilai ekonomisnya yaitu energi yang kami gunakan di motor kendaraan berbahan bakar minyak dalam 1 liter bisa mencapai jarak tempuh 80 kilometer. Sementara untuk motor listrik ini bisa mencapai 80 kilometer hanya menggunakan energi listrik setengah dari penggunaan satu liter BBM secra ekonomi," pungkasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#UB tarakan #tarakan #kaltara