Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Waspda! Anak Buaya Muncul di Sungai IPAL PDAM Kampung Bugis, Tarakan

Azwar Halim • Kamis, 21 September 2023 | 10:21 WIB
Photo
Photo
TARAKAN - Warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, tepatnya kawasan Kampung Bugis digegerkan dengan penampakan buaya berukuran sedang. Penampakan itu terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 10 detik di sungai IPAL PDAM Tirta Alam.

Jannah, warga sekitar menerangkan, beberapa waktu lalu dirinya pernah melihat sejenis reptil yang mirip dengan buaya di sungai tersebut. Kendati demikian ia mengira sosok reptil tersebut merupakan biawak.

Namun ia terkejut dengan adanya video yang beredar dan meyakini apa yang pernah ia lihat merupakan sosok buaya. "Pernah lihat pas magrib seperti biawak, cuma agak jauh kepalanya muncul di pinggir sungai. Saya lihat kok kepalanya agak lain, beda dengan kepala biawak. karena mata saya rabun, saya kira itu cuma biawak.

Tapi biasanya, biawak pasti tidak tenang kalau di air, yang saya lihat itu dia diam saja di situ, cuma kepalanya saja yang keluar di air," ujarnya, Rabu (20/9).

"Memang di sungai ini sering ada biawak, banyak ikannya juga di sini makanya orang suka mancing. Takut juga kita kalau buaya. Takutnya dia berkembang biak dan memakan hewan peliharaan orang," katanya.

Direktur PDAM Tirta Alam Iwan Setiawan mengatakan, buaya tersebut muncul usai banjir yang terjadi pada Senin (18/9) lalu. Ia menduga jika buaya tersebut merupakan peliharaan masyarakat yang lepas. Kendati begitu, adanya buaya tidak menganggu produksi atau kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat.

“Itu beberapa hari lalu (penampakannya), sepertinya buaya orang yang dipelihara lepas. Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di sepanjang Sungai Kampung Bugis agar tetap berwaspada. Kami juga akan selalu awasi agar warga tidak beraktivitas di sekitar sungai," tuturnya.

Kasi PMK pada Satpol PP-PMK Tarakan, Irwan menerangkan, pihaknya telah mengetahui informasi tersebut. Kendati demikian, pihaknya belum dapat melakukan penanganan lantaran belum ada instruksi dan koordinasi resmi.

Dikatakannya, kasus ini sama dengan adanya penemuan buaya di Waduk Persemaian sebelumnya.

"Sudah (mengetahui), tapi sampai saat ini kami juga menunggu laporan resmi atau instruksi karena dalam hal ini kami tidak bisa mengambil inisiatif sendiri. Apalagi ini berada di IPAL air baku masyarakat. Karena proses evakuasi juga kami menerapkan SOP keamanan sehingga kami khawatirkan evakuasi ini memperuhi suplai ke masyarakat," ungkapnya.

"Tapi kalau ada permintaan PDAM, atau laporan resmi kami siap saja. Petugas kami ini sudah siap turun cuma menunggu instruksi saja. Jangan sampai kalau kami bergerak tanpa instruksi terus memengaruhi suplai air ke masyarakat, kami yang disalahkan. Kami pernah mengalami hal itu, makanya kami butuh instruksi," tuturnya.

Dikatakannya, dalam penanganan pihaknya juga harus memastikan keamanan dan keselamatan petugas. Oleh sebab itu, diperlukan kesiapan semua pihak dalam upaya evakuasi ini.

"Untuk melakukan penanganan kita harus tinjau dulu sungai dan anak sungainya, kita analisis kira di titik mana saja dia sering berdiam, termasuk memastikan berapa ekor di dalam. Kita kan tidak tahu di sungai itu cuma ada satu atau masih ada lagi, kita harus pastikan itu.

Setelah itu kita kurangi airnya, dan kita lakukan penelusuran. Tentu akan berpengaruh dengan suplai air karena airnya kita kurangi untuk memudahkan petugas kita memantau keberadaan biaya tersebut," pungkasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #buaya