Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPTK) Tarakan, Agus Sutanto menerangkan, jumlah pertumbuhan maupun pertambahan penduduk melalui imigrasi, juga diikuti dengan bertambahnya jumlah ketersediaan lapangan kerja melalui investor yang masuk ke Tarakan. Kendati demikian, ia mengakui saat ini sebagian perusahaan besar di Kota Tarakan didominasi pekerja dari luar Tarakan berdasarkan kebutuhan perusahaan.
"Kalau kita berbicara tenaga kerja lokal dari luar Kaltara, sejauh ini memang cukup banyak perusahaan yang memakai tenaga kerja di luar Kaltara. Itu sebagian didatangkan dari Jawa, ada juga Sulawesi dan Sumatera. Bahkan sebagian besar pekerja yang mengisi perusahaan besar di Tarakan 60 persen dari bukan domisili di Kaltara," ujarnya, Jumat (8/9).
"Bahkan seperti salah satu perusahaan kayu terbesar di sini itu hampir 90 persen. 80 sampai 90 persen pekerjanya dari luar Kaltara. Mungkin pekerja dari luar ini dinilai punya etos kerja lebih tinggi atau mungkin ada faktor lain," sambungnya.
Faktor yang membuat tenaga kerja di luar Kaltara banyak bekerja di perusahaan di Tarakan ialah berdasarkan keahlian dari latar belakang pendidikan. Justru pada lowongan tertentu minim pendaftar karena kualifikasi keahlian.
"Kalau yang pasti memang yang dicari keahlian dan pendidikannya. Biasanya perusahaan mencari lulusan teknik sipil, industri, pertambangan, mesin tapi pas dibuka cuma sedikit pendaftarnya. Malahan lulusan di sini banyak bekerja di luar daerah. Sehingga perusahaan di sini karena kurang pendaftar dia merekrut pekerja dari luar dengan keahlian yang dibutuhkan," tukasnya.
"Bahkan karena banyak mencari lulusan tehknik beberapa perusahaan sudah memboking mahasiswa sebelum lulus untuk direkrut. Jadi begitu lulus dia langsung dipanggil perusahaan karena perusahaan butuh keahliannya. Tapi di kasus lain ada perusahaan yang membuka lowongan lulusan tertentu seperti tehknik pendaftarnya yang kurang," lanjutnya.
Dikatakan, meski sebagian besar pekerja perusahaan didominasi pekerja dari luar Kaltara, namun setiap perusahaan selalu mengutamakan pekerja lokal. Sehingga dalam hal posisi umum didominasi tenaga kerja lokal dari lulusan SLTA. Menurutnya, kurangnya jumlah keahlian tertentu yang dibutuhkan juga tidak terlepas dari belum. Banyaknya jenis jurusan pada institusi pendidikan di Kaltara.
"Bukan lowongannya yang kurang, tapi pendaftarnya. Memang yang paling banyak terserap di sini lulusan SLTA. Kalau sarjana itu ada juga tapi tidak sebanyak SLTA. Memang seharusnya S-1 itu membuka lowongan pekerjaan bukan mencari kerja," jelasnya.
"Tidak ada diskriminasi perusahaan terhadap warga lokal. Perusahaan di sini selalu mengutamakan tenaga kerja lokal khususnya Kota Tarakan. Hanya, belum lengkapnya keahlian SDM di Tarakan ini mengharuskan perusahaan besar merekrut tenaga kerja dari luar daerah. Itu juga karena jurusan perguruan tinggi di sini belum selengkap institusi pendidikan di Jawa atau Sulawesi misalnya," tambahnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim