Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Teror Percobaan Pembakaran Rumah Bikin Resah

Azwar Halim • Rabu, 6 September 2023 | 10:45 WIB
Kapolres Imbau Poskamling Dimaksimalkan
Kapolres Imbau Poskamling Dimaksimalkan
TARAKAN - Warga Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah resah dengan adanya kejadian penyiraman bahan bakar minyak (BBM) ke rumah warga. Diduga pelaku melakukan percobaan pembakaran rumah. Kejadian itu terjadi tidak hanya sekali. Warga mendapati terjadi pada Senin (4/9) malam dan Selasa (5/9) dini hari.

Salah satu rumah di RT 20 Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah milik Siti Khadijah disiram pelaku dengan menggunakan minyak tanah. Pelaku yang belum diketahui identitasnya, melakukan perbuatan tersebut sekira pukul 24.00 Wita.

Aksi tersebut dipergoki warga sekitar, pelaku pun melarikan diri. "Saya baru keluar dari kamar mandi terus masuk ke kamar. Tapi tiba-tiba saya mencium aroma bau minyak tanah," ungkapnya, Selasa (5/9).

Diakui Siti, saat kejadian ia tidak mendengar suara apa pun dari luar rumah. Usai mencium aroma bau minyak tanah, ia melaporkan kejadian itu kepada warga yang tengah ronda malam di poskamling.

Diketahui, letak rumah Siti berada depan lokasi kebakaran pada 22 Agustus lalu. "Meski ada ribut (suara bising), itu biasanya anak-anak lewat dan suara motor. Sudah biasa, jadi saya tidak curiga," katanya.

Dari informasi yang diterima Siti, aksi teror percobaan penbakaran rumah di Selumit Pantai, dilakukan 3 orang. Warga yang resah pun melaporkan hal tersebut ke ketua RT dan diteruskan ke bhabinkamtibmas setempat. "Kita khawatir aja dengan kejadian ini. Kebakaran yang kemarin itu juga aneh, dari rumah kosong malah," bebernya.

Mulyadi, warga setempat juga menyatakan, ia sempat dikagetkan dengan suara teriakan yang menyebut aroma minyak tanah. Ia pun mendapati bahwa di rumah Siti Khadijah, sudah ada bekas siraman minyak tanah yang masih basah. "Sempat dikejar juga pelaku. Itu di bawah lumpur lagi lari. Ada juga darah tercecer di daerah masjid, diduga dari kaki terduga pelaku," tuturnya.

Warga setempat pun sempat berjaga dan menggencarkan ronda malam untuk mengantisipasi aksi pelaku berikutnya. Mulyadi menambahkan, beberapa warga yang mengejar terduga pelaku sempat melihat pelaku lari menggunakan motor matik berwarna oranye.

"Ciri pelaku itu ada yang tinggi celana panjang pakai baju merah. Itu badannya licin, susah betul ditangkap. Tetap lari di bawah lumpur. Ada lagi satunya pakai sweater itu. Satunya lagi naik motor jemput temannya," beber Mulyadi.

Menanggapi keresahan warga, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengatakan, warga setempat harus lebih meningkatkan kewaspadaan.

Kepolisian akan meningkatkan patroli di wilayah tersebut. "Anggota saya sudah turun melakukan pemetaan dan mempelajari langsung lokasi kejadian," tuturnya.

Diakui Ronaldo, di lokasi kejadian kondisi jalan sempit dan padat penduduk. Untuk itu peran masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila ada kejadian, ia berharap masyarakat segera melapor ke kepolisian.

Warga juga bisa mengamankan terduga pelaku apabila didapati, namun tidak main hakim sendiri. "Laporan resmi belum ada kita terima, tapi kita proaktif dengan melakukan penyelidikan di sana," imbuh Ronaldo.

Ia berharap dilakukan revitalisasi dengan mengaktifkan poskamling. "Poskamling harus aktif. Yang saya lihat kalau posnya aktif, itu aman saja.

Masyarakat harus bersatu, kalau ada warga yang bukan warganya harus diketahui. Yang mau keluar masuk harus dikenali juga sama RT di situ," tutupnya. (zar/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara