Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

58 Rumah Ludes di Beringin 4 Tarakan, Saksi Sebut Asap dari Meteran

Azwar Halim • Senin, 7 Agustus 2023 | 08:25 WIB
PULUHAN RUMAH: Kebakaran di RT 1 Kelurahan Selumit Pantai Beringin 4, Tarakan Tengah, Minggu (6/8) dini hari menghanguskan puluhan rumah warga. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PULUHAN RUMAH: Kebakaran di RT 1 Kelurahan Selumit Pantai Beringin 4, Tarakan Tengah, Minggu (6/8) dini hari menghanguskan puluhan rumah warga. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi dan menghanguskan sekitar 58 rumah di RT 1 Kelurahan Selimut Pantai Beringin 4, Tarakan Tengah sekira pukul 02.30 dini hari, Minggu (6/8). Diketahui api mulai terlihat dari rumah seorang warga yang dengan cepat merambat rumah sekitarnya. Hal itu lantaran sebagian besar bangunan di lokasi tersebut berbahan material yang mudah terbakar.

Salah satu saksi mata, Puspa (32) yang merupakan warga RT 01 Kelurahan Selimut Pantai mengaku jika dirinya pertama kali melihat kepulan asap yang berasal dari rumah tetangganya. Dikatakannya, asap tersebut bersumber dari kilometer listrik di rumah tetangganya tersebut.

"Mungkin ada sekitar jam setengah 3 saya melihat ada asap dari rumah tetangga. Asapnya warna hitam kemudian saya berteriak membangunkan tetangga. Kemudian orang bangun, panik. Setelah itu, saya menyelamatkan anak saya dan surat berharga. Pertama belum muncul api masih asap hitam, saya tidak perhatikan karena saya selamatkan anak saya, tidak lama apinya sudah besar," ujarnya, Minggu (6/8).

Dirinya meyakini jika kebakaran tidak lain dan tidak bulan disebabkan korsleting listrik. Karena dikatakan saat asap muncul tercium aroma menyengat. Sehingga setelah asap muncul ia panik dan berteriak membangunkan tetangganya tersebut.

"Kayaknya itu dari kabel korslet. Memang ada bau-bau hangus pas kejadian. Padahal sebelumnya di sini suka ada anak muda (nongkrong), memang tadi malam tidak ada sama sekali. Karena mereka keluar," tukasnya.

"Tidak ada yang selamatkan barang-barangnya, bawa baju di badan sama selamatkan anggota keluarga saja sudah. Karena kita juga panik api cepat membesar apalagi air surut jadi warga susah cari air padamkan apinya," tuturnya.

Saat dikonfirmasi Kabid Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, Eko P Santoso menerangkan, dalam penanganan kebakaran tersebut pihaknya menurunkan 2 unit fire dan 6 unit suplai. Diakuinya sulitnya akses masuk dan padatnya masyarakat menimbulkan kendala bagi pihaknya menjangkau titik api.

“Sekitar pukul 03.00 kami menerima informasi adanya kebakaran di RT 01 Beringin 4. Setelah menerima informasi kami langsung menuju TKP. Namun di lapangan petugas kami menemukan kendala lantaran sempitnya akses dan padatnya warga di sana. Alhamdulillah api bisa dipadamkan pukul 5.30 Wita. Dan sampai saat kami masih melakukan pendinginan. Karena sampai pukul 13.00 Wita masih ada api yang menyala. Kami mengantisipasi karena bahan bangunan mudah terbakar," terangnya.

Diakui terdapat insiden saat petugas PMK berupaya memadamkan api yang diduga kehabisan oksigen. Sehingga petugas tersenut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Carsa untuk menjalani perawatan. Kendati demikian, ia memastikan jika petugas telah pulih dan kembali bertugas.

“Betul ada petugas kami sempat pingsan dan di langsung dibawa ke Carsa di sana mendapatkan pertolongan pernafasan dengan oksigen. Memang petugas kami sangat menjiwai pekerjaannya sehingga kadang menyampingkan risiko. Tapi saat ini sudah pulih tapi saya intruksikan untuk istirahat saja. Tapi dia tidak mau, begitu sembuh dia kembali menjalankan tugas," terangnya.

“Memang penangganan kebakaran ini perlu kerja sama dari semua pihak terutama pemahaman ketika melihat titik awal nyala api langsung segera menghubungi kami di PMK supaya kami dapat segera melaksanakan respons time,” ungkapnya.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengungkapkan pertimbangan posko darurat yang didirikan di Masjid Al-Maarif melihat beberapa aspek. Di antaranya, lokasi tersebut cukup representatif seperti fasilitas air bersih yakni toilet yang memadai. Dikatakan, data sementara yakni 58 bangunan hangus dilahap si jago merah. Selain itu, 500 jiwa dan 158 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Kami memutuskan membuka posko pengungsian di Masjid Al-Maarif karena di sana paling strategis. Pihak pengurus masjid juga mempersilahkan dan siap membantu keperluan pengungsi. Untuk logistik sendiri, dari Baznas juga berkomitmen akan mendistribusikan konsumsi korban," ucapnya.

Lanjutnya, untuk keberadaan dapur umum pihaknya masih akan melihat kembali keefektifan posko darurat. Tetapi, jika berkaca pada posko darurat sebelumnya, dapur umum tidak diberlakukan mengingat keseluruhan logistik diberikan oleh Baznas. Adapun data korban jiwa, masih dinamis sehingga pihaknya tetap mengacu pada data dari kecamatan.

“Kalau dapur umum kita lihat nanti. Tapi lebih efektif itu dari Baznas. Saya sudah sampaikan juga jumlah korban jiwa 500 korban jiwa. Tapi ini masih bertambah maupun berkurang. Nanti akan dibuka pada hari ini juga. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mobilisasi penerimaan bantuan," jelasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara