Saat dikonfirmasi awak media, Khairul menyatakan bahwa saat ini pembangunan McDonald's telah sampai pada tahapan persiapan project dikarenakan masih dalam proses pengajuan penyewaan lahan.
"Lokasinya itu di Yos Sudarso, bersebelahan dengan pasar baru akik, karena disitu persiapan project sekaligus lahan parkir," ungkap Khairul, Minggu (25/6).
Untuk itu, lanjut Khairul pihak McDonald's akan mulai melakukan penyewaan per Juni hingga September 2023 mendatang. Sehingga ia memprediksi bahwa pembangunan McDonald's ini hanya akan memakan waktu selama 4 bukan kedepan dengan membuat struktur bangunan permanen.
"Sudah ada estimasi waktunya. Tapi setiap pembangunan itu kan tidak perlu memakan waktu yang lama. Apalagi sistem tanahnya itu (McDonald’s) disewa dengan swasta, termasuk yang sekarang lahan batu akik dulu mereka sewa dengan kita (Pemkot)," katanya.
Disinggung mengenai pajak, Khairul menyatakan bahwa McDonald's akan diberikan pajak sebesar 10 persen dari pendapatan yang diperoleh. Sebab ini merupakan pajak restoran bagi masyarakat.
Nah, selain McDonald's lanjut Khairul pihaknya juga akan menyediakan calon investor lain seperti Starbucks. Namun pada dasarnya setiap pengusaha selalu melihat peluang yang ada di daerah.
“Sebenarnya, secara procedural, mereka (McDonald’s sudah kelar dan itu harus. Yang agak lama kan mereka urus izin kemarin. Karena harus ada namanya BBG,” ucapnya.
Khairul menjelaskan bahwa SIMBG adalah bagian dari fitur OSS berbasis risiko, yaitu penerbitan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG). Selain PPG juga harus mengurus Amdal Lalin, membuat UKL-UPL.
"Untuk Amdal Lalin karena ini jalan nasional maka harus mengurus ke pusat, Jalan Yos Sudarso itu jalan nasional, bukan di kita,” jelasnya.
Dalam hal ini, lanjut Khairul, pemerintah hanya memberikan fasilitas layanan publik, sebagai kota jasa harus menyediakan cukup banyak. Namun ia mengakui adanya 10 mitra yang ingin berinvestasi di Tarakan.
“Bahkan ada yang mau berinvestasi hotel juga seperti Santika Primer. Ini hotel di Tarakan juga penuh terutama yang bintang 3 seperti SwisbelHotel. Bahkan hotel melati dan butik juga penuh,” bebernya.
Namun lanjut Khairul, untuk lahan saat ini sudah tidak banyak tetapi dapat disewa dengan sistem kerja sama dengan swasta tidak harus selalu dari pemerintah. Pemerintah hanya mengundang tempatnya ditunjukkan.
“Seperti McDonald’s ini kan dia mengurus sendiri, kami fasilitasi saja, mereka yang bernegoisasi dengan pihak swasta, insha Allah mudahan sih September bangunan sudah selesai. Tinggal operasionalnya Oktober,” pungkasnya. (shy) Editor : Azwar Halim