“Niat saya dari awal sudah ada untuk mengikuti pencolonan Wali Kota Tarakan pada 2024 mendatang, saya orang politik juga harus siap, namun ada hal yang perlu perhatian juga untuk maju pencalonan ini, mulai dari bekal integritas hingga pembiayaan,” ujarnya.
Dirinya sendiri saat ini tetap maju sebagai caleg DPRD Kaltara dari Partai Gerindra, dimana dirinya ingin melihat apakah bisa lolos menjadi anggota DPRD Kaltara kembali. “Jadi kalau saya lolos, peluang saya untuk mengikuti pencalonan Wali Kota Tarakan lebih tinggi, adapun bila tidak lolos itu bisa menjadi pertimbangan saya lagi," ucapnya.
Dirinya sendiri menegaskan bahwa bila mengikuti pencalonan Wali Kota-Wakil Wali Kota Tarakan, dirinya tidak akan menjadi calon wakil wali kota, dikarenakan dirinya menilai dari segi usia dan kemampuan dirinya bisa menjadi calon wali kota. “Jadi calon wali kota, bukan wakil, selain karena saya merasa dari segi kemampuan dan usia sudah mampu, saya juga sebelumnya sudah pernah menjadi wakil pada 2013 lalu,” ungkapnya.
Adapun untuk calon wakil wali kota yang akan menjadi pendampingnya, dirinya nilai hal tersebut sifatnya relative, dimana dirinya hanya menginginkan wakil yang bisa menjadi partner untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Kota Tarakan.
“Kenapa saya ingin memimpin Tarakan, hal tersebut tidak lain keinginan saya untuk menyelesaikan eprsoalan yang ada di masyarakat sampai saat ini, seperti LPG 3 kg di atas HET hingga harga udang yang masih menjadi polemik,” pungkasnya.(jnr) Editor : Azwar Halim