Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Satelit Satria Satu Telah Mencapai Orbit

Azwar Halim • Selasa, 20 Juni 2023 | 13:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TARAKAN - Pasca dilakukannya peluncuran Satelit Palapa beberapa tahun yang lalu, tahun ini dilakukan peluncuran satelit Satria Satu oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia.

Kepala Badan Litbang SDM Komenterian Kominfo, Hary Budiarto mengungkapkan, peluncuran Satelit Satria Satu menjadi sejarah perjalanan bangsa dalam upaya memeratakan pembangunan, terkhusus pada infrastruktur digital di pusat-pusat layanan publik.

"Selepas peluncuran, dilanjutkan satelit menuju orbit di 146 Bujur Timur sampai bulan November 2023," ungkapnya, Senin (19/6).

Lebih lanjut dikatakan Hary, serangkaian tes dan komisioning dilakukan dan diharapkan dapat siap untuk memberikan layanan ready of service minggu keempat Desember 2023

Lebih lanjut dikatakan Hary, jika dilihat Satria yang diluncurkan ini tidak langsung menerima semua sinyal. Namun nantinya akan ada jaringan baik FO maupun BTS yang akan memancarkan sinyal-sinyal sehingga layanan  publik seperti sekolah, layanan kesehatan puskesmas rumah sakit dan keamanan markas polisi dan TNI mampu mendapatkan akses internet.

"Konektivitas digital untuk negara kepulauan seperti Indonesia adalah tantangan tersendiri. Pergelaran tekonologi fiber optic (FO) untuk memenuhi bandwitch di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di lokasi layanan publik tidak selamanya visible di kepulauan seperti di Indonesia yang memiliki 17.000 pulau, terutama aspek teknis, waktu dan biaya sehingga teknologi satelit adalah solusi dalam menginklusikan masyarakat dalam gerak digitalisasi terutama kepentingan edukasi dan ekonomi digital," benernya.

Keberhasil peluncuran ini, bukanlah tujuan akhir. Namun sebaliknya ini merupakan langkah awal untuk tugas berat lainnya dapat dimanfaatkan masyarakat dan dinikmat. "Koordinasi kementerian lembaga untuk lokasi  penerimaan Satria satu begitu juga  pengoperasian, pemeliharaan, penyediaan konten mendidik serta tata kelola akuntabel dalam pelaksanaan APBU di masa konsensi 15 tahun ke depan menjadi perhatian bersama," ucapnya.

Untuk itu, Satria Satu diharapkan dapat mempercepat inklusi, ekonomi digital dan literasi dan munculnya talenta digital di daerah 3T. Adapun salah satu sasaran utama  penerima manfaat adalah lembaga pendidikan. "Kehadiran internet diharapkan bisa akselerasi dan akuisisi pendidikan pemerataan di Indonesia,” harapnya.

Komisaris Utama  PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Erry Riana mengungkapkan bahwa PSN mengerjakan proyek Satria satu setelah memenangkan tender tahun 2019  dan masuk proyek strategis nasional tercantum dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 56 Tahun 2018. "PSN melaksanakan proyek pembangunan Satria menggandeng Thales Alineas Space dan konstruksi sejak September 2020 sampai Mei 2023," katanya.

Pembangunan satelit Satria satu, lanjut Erry sempat mengalami hambatan bukan saja pandemic melainkan dampak konflik antara Ukraina dan Rusia sehingga menyebabkan kendala dalam proses pengiriman.

Sebab semula direncanakan menggunakan pesawat cargo antonov yang basisnya ada di Ukraina dan terkena dampak perang maka dikirim dengan cargo kapal laut menuju Florida, Amerika Serikat. "Hambatan ini mengakibatkan proyek terlambat 40 hari dari jadwal semula,” jelasnya.

Proyek Satria satu ini, merupakan tanggung jawab besar untuk memastikan transformasi digital melalui satelit Satria 1 dapat diwujudkan. Kerja keras, komitmen aktif manajemen dan pemangku kepentingan, konstruksi bisa dirampungkan dan diluncurkan hari ini menggunakan roket  Falcon 9 milik SpaceX. Untuk diketahui, Satria Satu memiliki transmisi 150.000 GBPS dan menjadi terbesar di Asia dan dunia. Kapasitas ini lebih besar dari 9 satelit aktif yang digunakan Indonesia. Masa hidup satelit ini 16 tahun dan akan dioperasikan oleh anak perusahaan PSN yaitu PT Satelit Nusantara Tiga (SNT). Selain itu terdapat 11 stasiun disiapkan dan pusat jaringan berlokasi di Cikarang dan berada di Banjarmasin untuk stasiun cadangan.

"Ada juga disediakan pembangunan 11 antena yang digunakan pada 11 stasiun di seluruh Indonesia termasuk di Tarakan yang dikelola SNT berlokasi di Jalan Sei Bengawan," pungkasnya. (shy/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara