Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tas Berbahan Bambu-Rotan Dihargai hingga Rp 1,2 Juta

Azwar Halim • Rabu, 14 Juni 2023 | 13:25 WIB
UMKM KALTARA: Pengrajin tas olahan bambu, batik dan rotan khas Tana Tidung saat memamerkan hasil produknya dalam festival HANI di Lanud Anang Busra, Jumat (9/6). FOTO: YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN
UMKM KALTARA: Pengrajin tas olahan bambu, batik dan rotan khas Tana Tidung saat memamerkan hasil produknya dalam festival HANI di Lanud Anang Busra, Jumat (9/6). FOTO: YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN
Lebih Dekat dengan Perajin Tas Khas Kaltara (Bagian-1) 

Sumiasi (46) memiliki ketertarikan terhadap perkembangan produk tas di Kalimantan Utara (Kaltara). Tiga bahan, bambu, rotan dan kain sutra berubah menjadi produk bernilai tinggi di tangannya. Sejumlah produk yang ia hasilnya, turut dipamerkan di Pameran UMKM HANI 2023 di Lanud Anang Busra, Jumat (9/6).

YEDIDAH PAKONDO

KEMERIAHAN peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan di Lanud Anang Busra Tarakan pada Jumat (9/6) dan ditutup pada Minggu (11/6) lalu disambut antusias oleh masyarakat Tarakan. Namun, kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) ini juga menampilkan ragam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) khas Kaltara, salah satunya tas.

Salah satu pengurus Dekranasda Tana Tidung, Sumiasi mengatakan bahwa pada tas olahan anyaman bambu ia menggunakan pewarna alami dari Desa Safari Kecamatan Muruk Rian, Tana Tidung. Ide awal pembuatan tas bambu ini berasal dari pengrajin bambu di Tana Tidung, sebab dari dulu anyaman khas bambu memang telah ada di Tana Tidung. “Anyaman itu sudah ada dari dulu dan idenya dari pengrajin langsung. Kami modifikasi sesuai tren yang sekarang,” ungkap Sumiasi.

Wanita yang juga pegawai Disperindagkop Bidang Penyuluh Perindustrian UMKM Tana Tidung ini juga memproduksi tas berbahan kain katun sutra yang bahan bakunya ia ambil dari daerah Jawa dikarenakan Kaltara secara umum belum memproduksi bahan baku kain, sehingga ia harus mengambil kain dari luar Kaltara kemudian diberi motif batik khas Tana Tidung. “Kainnya dari Jawa tapi diproduksi di Tana Tidung dengan motif khas Tana Tidung,” tuturnya.

Selain bahan bambu dan kain, Sumiasi mengungkapkan bahwa pihaknya juga memproduksi tas berbahan rotan yang diberi nama tas keraga. Pada tas keraga memiliki model seperti keranjang dengan serat berjarak yang biasa digunakan sebagai tas belanja.

Beberapa kali melakukan pameran di kota lain seperti Medan dan Jakarta, tas keraga terbilang paling laris dan banyak diminati masyarakat. Hanya dalam ajang peringatan HANI, pihaknya tak sempat memajang produk tas keraga dikarenakan stok yang sudah habis dan masih dalam proses pembuatan. “Stok kami habis karena di Tana Tidung saja tas itu laris sekali,” bebernya.

Tas keraga kerap kali menjadi incaran dikarenakan harganya yang terjangkau dan terbilang unik serta kuat untuk digunakan. Sayangnya karena ketersediaan bahan baku dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) sehingga membuat stok tas keraga sementara kosong. “Kami terkendala pada bahan baku dan terbatasnya jumlah pengrajin. Karena pengrajin kami cuma 5 orang,” katanya.

Diantara tiga bahan tas tersebut, tas olahan bambu terbilang paling mahal dengan harga Rp 1.200.000 per tas dengan ukuran 20 kali 25. Pada tas keraga diberikan harga Rp 120.000 hingga 125.000 dengan ukuran 20 kali 30. Nah pada tas bahan kain katun sutra yang didesain batik khas Tana Tidung diberi harga Rp 300.000 hingga 1.000.000 bergantung dari ukuran dan motif tas. “Yang paling banyak terjual itu motif batik,” jelasnya.

Adapun motif batik khas Tana Tidung yang seringkali digunakan pihaknya ialah motif burung enggang. Selain memproduksi tas, Sumiasi juga membuat singal yang merupakan penutup kepala khas Tana Tidung. Ini juga diproduksi langsung oleh pelaku usaha Tana Tidung. (*/bersambung/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara