Namun setelah lama bertugas di pemerintahan, kini Hanip memilih untuk beranjak ke legislatif. "Per 1 Juni saya sudah pensiun, insha Allah saya maju (legislatif)," ungkap Hanip, Senin (5/6).
Untuk mewujudkan keinginannya menjadi anggota legislatif, Hanip memilih untuk menggunakan perahu PPP. Meski banyak parpol yang ingin menggandeng Hanip, namun ia kekeh memilih PPP lantaran punya sejarah khusus.
"Itu ada jalan ceritanya (pilih PPP), karena mendiang ayah saya itu ketua PPP dan ikut mencalonkan menjadi anggota dewan pada tahun 1980-an. Inilah membuat saya memilih PPP," ucapnya.
Hanip berencana untuk menjadi calon anggota legislatif Kota Tarakan dengan dapil Tarakan Tengah. Sehingga dengan berakhirnya masa jabatannya di pemerintahan, Hanip menegaskan ingin bergabung menjadi calon anggota legislatif. Namun, diungkap Hanip tak hanya dirinya yang merupakan eks pejabat Kota Tarakan yang menginginkan posisi legislatif, namun Tarmiji yang merupakan mantan Asisten Pemerintah Kota Tarakan juga memilih maju menjadi calon anggota legislatif Tarakan Tengah dengan menggandeng Partai Hanura, serta Hj. Mariyam yang akan maju di DPRD Kaltara dengan menggunakan perahu PAN.
Hanya saja berbeda dengan Hanip yang bertepatan menyelesaikan jabatannya, Hj. Mariyam dan Tarmiji memilih untuk pensiun dini sebab ASN dilarang untuk berpolitik sehingga jika ingin terjun dalam dunia politik, maka ASN harus mengundurkan diri. Alasan Hanip mengambil jalan menjadi calon anggota legislatif didasari karena dirinya telah lama berkecimpung dalam dunia pemerintahan. Selain itu ia mendapatkan dukungan dari teman-temannya.
Ia berkomitmen saat terpilih menjadi anggota legislatif, ia memiliki visi yakni dapat bekerja sama dengan pemerintah secara fisik dan non fisik, dapat membantu unsur anggaran agar dapat berjalan baik, ia juga memiliki niat untuk membantu masyarakat dalam masalah pembangunan fisik dan non fisik untuk membawa perubahan selama 50 tahun kedepan.
"Target suara saya paling tidak 2.000. Setelah pensiun, saya akan turun ke masyarakat," pungkasnya. (shy/eza) Editor : Azwar Halim