Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemenag Kaltara Dorong Kehadiran Pusat Observasi Bulan di Tarakan

Azwar Halim • Rabu, 17 Mei 2023 | 18:49 WIB
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN  ILUSTRASI: Lokasi pemantauan hilal di Taman Berlabuh, Tarakan dianggap belum menunjang dan keberadaan Pusat Observasi Bulan (POB) diperlukan.
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN ILUSTRASI: Lokasi pemantauan hilal di Taman Berlabuh, Tarakan dianggap belum menunjang dan keberadaan Pusat Observasi Bulan (POB) diperlukan.
TARAKAN - Upaya mengoptimalkan kebutuhan penelitian dan pariwisata, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara mengusulkan agar Pusat Observasi Bulan (POB) dapat dibangun di Kota Tarakan.

Selain memenuhi kebutuhan penelitian seperti pemantauan hilal, gerhana dan lain-lain, hal itu juga dapat menjadi objek pariwisata di Kota Tarakan. Diketahui, Kalimantan merupakan salah satu pulau yang sama sekali belum memilki fasilitas POB. Hal itu disampaikan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Bimas Islam Kantor Kemenag Kaltara, H. Muhammad Saleh.

Dijelaskannya, kehadiran POB dapat membawa dampak besar bagi Kota Tarakan dan Kaltara dalam kebutuhan informasi soal antariksa. Sehingga, Tarakan bisa menjadi kota pertama di Kalimantan yang memiliki fasilitas tersebut.

"Kami berharap di Kaltara ini memiliki pusat obsevasi bulan. Kenapa observasi bulan penting. Yang pertama adalah, di Kalimantan belum ada yang punya. Yang kedua POB sebagai sarana pemerintah dalam upaya menghindari dan meminimalisir timbulnya masalah syariah yang berkaitan dengan ilmu falak di kalangan masyarakat kita," ujarnya, Selasa (16/5).

Selain itu, nantinya kehadiran fasilitas POB dapat membantu pemantauan BMKG dalam memantau benda di langit. Sehingga hal itu nanti dapat berpotensi hadirnya lembaga pendidikan di Kaltara dalam menciptakan regenerasi SDM yang mendalami bidang tersebut.

"POB ini juga memberikan gambaran dan informasi kepada masyarakat luas tentang pengamatan stasiun benda-benda langit, antariksa dan pengetahuan hisab di Kalimantan. POB sebagai pusat edukasi terhadap peningkatan mutu pendidikan di mana POB merupakan salah satu sarana pendukung dalam pengaplikasikan yang telah didapatkan dari lembaga pendidikan," tuturnya.

"POB juga memberikan kontribusi dan pemasukan income destinasi wisata di Tarakan jika nanti bisa terealisasi di Tarakan. Bisa kita bayangkan jika di Taman Berlabuh ini ada pusat observasi bulan dan benda-benda langit dengan teleskop besar di sini," sambungnya.

Meski diakuinya kelayakan Tarakan untuk memiliki POB memerlukan observasi lebih lanjut. Namun pihaknya optimistis Tarakan sangat layak mengingat posisinya yang strategis dan menjadi salah satu lokasi yang ditempatkan dapat pemantauan hilal setiap tahunnya.

Tentunya ini sangat menarik dan memberikan efek bagi masyarakat. Kami juga menilai Tarakan layak sebagai titik pemusatan observasi walau pun masih diperlukan penelitian dan observasi pihak terkait lebih lanjut.

"Kementerian Agama sebenarnya memiliki anggaran untuk POB dengan besaran miliaran untuk 1 fasilitas POB. Dengan syaratnya status tanah dan tempat pendirian tersebut harus milik Kementerian Agama. Harapan kami, POB bisa segera berdiri di Kaltara dan tentu dengan dukungan semua pihak di Kaltara tidak terkecuali peran media lokal," tambahnya. (zac/eza) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Kemenag Kaltara