Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Tarakan, Elang Buana menjelaskan kondisi yang terjadi saat ini karena masih adanya daging merek Allana asal Tawau diduga masuk secara ilegal ke Tarakan. Sementara oknum masyarakat yang menjual daging sempat dilarang, namun saat ini ditemukan banyak. Padahal, kondisi saat ini daging sapi belum banyak yang didatangkan khususnya sapi hidup. "Setelah Lebaran baru sapi hidup yang didatangkan sekitar 265 ekor dan itu sudah melewati momen lebaran," ujarnya, Rabu (19/4).
Berdasarkan pantauan Elang, sejumlah pedagang sapi lokal beralih menjual ayam lantaran tak ada stok daging sapi lokal. Sehingga untuk saat ini stok di peternak lokal masih menanti momen perayaan Idul Adha untuk kemudian didatangkan stok sapi yang banyak. "Tapi di momen Idulfitri ini juga ada. Saya lihat ada dua lokasi yang memotong. Kalau harganya saya pantau ada yang tembus Rp 165 ribu yang baru dipotong dan sudah masuk freezer Rp 145 ribu daging lokal,” jelas Elang.
Sementara itu daging asal New Zealand mencapai angka Rp 110 ribu dan daging Allana asal India seharga Rp 80 ribu dan untuk rending Rp 110 ribu per kilogram.
Dalam hal ini, kondisi persoalan pedagang daging di pasar ialah keberadaan daging beku yang juga dijual di pasaran. Sehingga beberapa pedagang yang merupakan pedagang daging sapi tidak memiliki stok daging sapi potong. "Mereka memang penjual daging sapi lokal. Tapi tidak dapat daging karena stoknya tidak ada, dan masuk Allana, jadi mereka bertanya kenapa buka tutup, kenapa dilarang semua. Tapi perlu diketahui, itu yang datang ilegal ada juga untuk Allana,” katanya.
Meski ada yang ilegal, Elang tak menampik adanya daging beku resmi yang didatangkan dari luar oleh distributor Pangan Nusantara Jaya, salah satu distributor daging beku di Tarakan mendatangkan dari Australia dan Selandia Baru.
“Itu mereka datangkan resmi. Nah dari distributor jual ke pasar, ada juga jual ke pedagang, ada yang mengambil mereka. Kemudian yang dari impor daging dari Bulog belum datang, ada alami kendala dan kedatangannya mungkin setelah Lebaran,” jelasnya.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim