Manajer Operasi dan Teknik Pelindo Terminal Peti Kemas, Julhadir mengatakan, pihaknya tetap optimis target tersebut bisa tercapai dan akan membangun komunikasi terhadap customer. Apalagi saat ini handling terbesar bongkar muat adalah di Kota Tarakan dengan kebutuhan terbanyak dibanding wilayah Kaltara lainnya.
"Jadi semua kegiatan bongkar muat peti kemas kita ini ya memang kepentingannya di internal Kota Tarakan saja," ungkapnya, Kamis (23/3).
Dalam beberapa tahun belakangan, pihaknya menilai tingkat kebutuhan masyarakat Kota Tarakan semakin meningkat. Apalagi pasca pandemi Covid-19. Dengan begitu maka terdapat peningkatan juga aktivitas di Pelabuhan. Saat ini terdapat 8 kapal yang berlabuh untuk menyandarkan peti kemas di Pelabuhan Malundung.
"Kalau di tahun 2022 itu pada bulan November Desember peningkatan bisa sampai 15 kapal,” sebutnya.
Meski ada peningkatan jumlah aktivitas kapal yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Malundung, Julhaidir menyebutkan bahwa saat ini sarana dan prasarana pelabuhan masih memadai. Luasan lokasi bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung pun dirasa cukup.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim