Di dua objek wisata ikon Tarakan yakni Pantai Amal dan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) melayani banyak pengunjung hingga Minggu (1/1).
Koordinator Pengawas KKMB Tarakan, Samsul Aris mengungkapkan, jumlah pengunjung meningkat 200 persen. Jika hari libur biasa pengunjung KKMB hanya kisaran 100-120, namun di hari libur Nataru meningkat menjadi 400-500 pengunjung. “Ada Peningkatan pesat, memang setiap libur Tahun Baru pasti meningkat drastis. Libur Tahun Baru cukup ramai. Mungkin karena cuaca yang cerah juga” ujarnya, Minggu (1/1).
Meskipun pengunjung meningkat, harga karcis masih tetap sama, Rp 3 ribu untuk anak-anak dan Rp 5 ribu untuk dewasa. Kendati begitu, ia jika saat ini KKMB masih mengalami keterbatasan fasilitas. “Kalau pengunjung internasional ada tarif tersendiri. Tidak sama dengan pengunjung lokal. Tapi memang saat ini masih banyak yang harus dibenahi fasilitasnya,” tukasnya.
Sementara itu, Siti Khotima (40) seorang pengunjung mengungkapkan, setiap libur tiba ia beserta keluarga selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi KKMB. Hal itu dikarenakan ia dan keluarga sangat senang dengan suasana hijau sehingga menurutnya KKMB merupakan tempat yang tepat menghabiskan waktu liburan.
“Senang saja ke sini lihat bekantan dan hewan-hewan lain. Selain udaranya sejuk di sini juga nyaman untuk jalan-jalan bersama keluarga,” ungkapnya.
Wahana Binalatung Beach yang berada Pantai Amal juga dibanjiri pengunjung. Diperkirakan ribuan pengunjung memadati pantai amal dengan membawa keluarga. Sehingga hal tersebut menimbulkan berkah tersendiri bagi pedagang yang pelaku usaha yang beraktivitas di tempat tersebut.
Zulkifli, pengelola wahana Pantai Amal menuturkan, setelah mengalami penurunan pengunjung sejak 3 tahun lalu, wisata Pantai Amal kembali mengalami lonjakan drastis pengunjung. Dijelaskannya, pada momen liburan Tahun Baru pengunjung Pantai Amal mencapai 8 hingga 10 ribu pengunjung. Hal itu berdasarkan karcis yang terjual. “Tahun ini kembali mengalami kenaikan. Yang bikin ramai banyak kegiatan komunitas, sekolah dan kunjungan keluarga. Ada juga yang membawa keluarga,” ujarnya.
Ditegaskannya, jika tarif karcis masuk pada liburan Tahun Baru dan hari biasa tidak mengalami perubahan. Selain itu untuk menarik pengunjung pihaknya membedakan tarif karcis anak-anak dan orang dewasa. “Untuk karcis tidak ada perubahan tetap Rp 5 ribu per orang. Sama seperti hari biasa. Kalau anak-anak Rp 2.500 per orang. Karena pengunjung cukup banyak jadi fasilitasnya tidak cukup. Sehingga siapa yang dluan datang dia bisa menempati gazebo yang ada,” terangnya.
Sejauh ini pihaknya telah menambah jam buka wahana. Jika sebelumnya hanya buka hingga pukul 6 sore, kini dibuka hingga pukul 10 malam.
“Sebenarnya di sini sampai jam 6 saja. Tapi karena di sini ada kafe, jadi jam bukanya ditambah sampai jam 10. Dengan hadirnya kafe di sini bagus juga sehingga menambah nuansa Amal Beach ini,” tuturnya.
Mathnoer salah satu pengunjung cukup senang menghabiskan hari liburnya di Pantai Amal. Menurutnya, selain dapat menyaksikan pemandangan laut. “Cukup bagus tempatnya. Tapi mungkin pengunjung tidak membuang sampah sembarangan karena itu bisa membuat pantainya kotor. Selain itu, mungkin pintu masuknya juga bisa diperbesar karena selama ini cukup kecil dan pengunjung sering berdesak-desakan kalau masuk dan keluar,” ucapnya.
Ia berharap pengelola Pantai Amal dapat menambah fasilitas seperti gazebo dan tempat sampah. Sehingga pengunjung tidak kesulitan untuk membuang sampah.
“Mungkin saran saja, saya tidak melihat tempat sampah di sini. Mungkin ini yang menjadi PR pengelola agar harus lebih memperhatikan kebersihan tempat wisata seperti ini. Walaupun punya petugas kebersihan tapi fasilitasnya tempat sampah juga harus diperhatikan,” jelasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim