Kepada Radar Tarakan, i menjelaskan, kepindahannya tersebut didasari keinginannya membawa perubahan. Sehingga dengan bergabungnya ia ke partai berlambang banteng tersebut, menjadi spirit baru bagi dirinya untuk membangun kerja-kerja politik menuju 2024 mendatang. "Yang jelas alasan saya pindah ke PDIP karena saya tentunya menginginkan perubahan. Sebetulnya banyak (partai) yang menawari saya bergabung, tapi kan untuk memilih kita hanya punya satu pilihan," ujarnya, Senin (26/12).
Adapun isu jika dirinya bakal kembali maju menjadi calon kepala daerah, ia menjawab jika hal tersebut hanya isu. Ia menegaskan jika saat ini dirinya hanya terfokus untuk maju sebagai calon legislatif.
"Masalah minat maju di Tarakan, tentu semua orang berminat. Tetapi kita lihat nanti hasilnya di tahun 2024. Elektabilitas dan popularitas akan dinilai di situ. Siapa pun yang nanti akan duduk, di situlah barometer siapa yang akan unggul," tuturnya.
Kendati demikian, ia tidak menampik jika bukan hal mustahil tujuan tersebut dapat berubah. Namun hingga saat ini ia masih memantau situasi politik di Kaltara dan terus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat. “Kalau untuk mendorong banyak orang yang mendorong, tetapi realisasi belum tentu. Bagaimana pun logistik yang paling utama, politik tanpa logistik tidak bisa jalan. Saya sekarang berada di PDIP. Yang jelas tentu semua partai punya survei. Semua orang punya peluang yang sama, unggul (survei) pun tidak bisa kita anggap sebagai barometer. Akan tetapi, kerja keras, itulah yang menjadi barometer nanti," tukasnya.
"Kalau terpilih nanti amin ya robbal alamin, tapi untuk ke depannya nanti akan dibicarakan. Kalau kita bercita-cita dia tangga kita lewati kita bisa terjatuh. Masalah komitmen (nyaleg) kita belum bisa pastikan kalau kita duduk, yang jelas insyaallah kalau terpilih, kita ada 2 pilihan apakah ikut pilkada, atau melanjutkan dilantik menjadi anggota legislatif," lanjutnya.
Kendati begitu, ia menegaskan tidak akan terbuai dorongan atau tanpa adanya komitmen dukungan pasti. Selain itu, ia tetap realistis melihat situasi politik dan kesiapan dari segala hal termasuk finansial. "Yang jelas saya masih terfokus di dapil saya. Suara-suara (dorongan) itu banyak, tetapi belum tentu merdu," jelasnya. (zac/lim) Editor : Azwar Halim