Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malundung Steril, Pengantar di Luar

Azwar Halim • Jumat, 16 Desember 2022 | 09:54 WIB
BENAHI: Pelayanan di terminal Pelabuhan Malundung akan segera dibenahi untuk persiapan moment nataru. (FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN)
BENAHI: Pelayanan di terminal Pelabuhan Malundung akan segera dibenahi untuk persiapan moment nataru. (FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN)
TARAKAN - Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Pelindo Tarakan mulai membenahi kesiapan Pelabuhan Malundung menyikapi lonjakan penumpang. Salah satunya dengan pembenahan sarana pelabuhan transportasi laut, Pelindo mulai dari melakukan perbaikan sistem, fasilitas dan koordinasi lintas instansi maupun stakeholder terkait.

General Manajer Pelindo Tarakan, Rio Dwi Santoso mengatakan, peningkatan jumlah penumpang yang akan melalui Pelabuhan Malundung pada momen Nataru, akan lebih tinggi dari hari biasa. Maka dari itu, semua pihak untuk mendukung lancarnya jalur keluar masuk ke Pelabuhan Malundung dan para penumpang kapal bisa terlayani dengan baik.

"Pastinya kita harapkan semuanya lancar sampai kapal berangkat ke tempat tujuan, aman semua sesuai ketentuan terkait dengan Covid-19 dan keselamatan pelayaran,” katanya, Rabu (14/12).

Ia menambahkan, pada saat momen hari raya besar biasanya kepadatan orang akan terjadi di terminal Pelabuhan Malundung. Apalagi didapati ada pengantar yang ikut masuk. Sehingga pihaknya sudah membatasi pengantar masuk ke dalam area terminal sejak pertengahan September lalu.

Pihaknya pun akan mengubah sistem pelayanan di terminal Pelabuhan Malundung. Salah satunya nanti yang bisa masuk ke terminal hanya penumpang yang memiliki tiket dan sudah melakukan check in (mendaftarkan diri). Pengantar ada di luar terminal, meski masih di area parkiran kendaraan. Standar pelayanan di Pelabuhan, kata dia, sama dengan di bandara.

“Biarpun pengantar mau membawa barang juga tidak bisa masuk, karena sudah disiapkan angkutan portir pelabuhan. Sudah berjalan tiga bulan. Tinggal kami dibantu untuk mengedukasi masyarakat, yang bisa masuk terminal atau masuk kapal hanya penumpang yang punya tiket," tegasnya.

Bahkan pihaknya juga akan mengantisipasi terjadinya kemacetan di pintu masuk pelabuhan. Hal itu terjadi karena lahan parkir yang kurang. Namun pihaknya sudah menambah luasan lahan parkir untuk kendaraan roda empat seluas 2.000 meter persegi di lokasi yang sebelumnya digunakan untuk penumpukan peti kemas. Sedangkan kendaraan roda dua di depan terminal. Lahan parkir tambahan ini sudah digunakan hampir satu bulan, hanya saja efeknya belum mengurangi masalah parkiran. Masyarakat masih dianggap tidak tertib, meski fasilitas parkiran sudah disiapkan.

“Parkir kendaraan ini  sampai menutup depan masuk area parkir, jadi kendaraan lain tidak bisa masuk. Kalau kami saja siapkan fasilitas tapi masyarakat tidak menerapkan budaya antri ya kembali lagi masalahnya," ucap Rio.

Rio mengakui bahwa saat ini untuk petugas dari Pelindo juga saat ini masih terbatas. Sehingga tidak mengawasi semua masyarakat yang hendak memarkir kendaraannya.

Ia juga meminta aparat kepolisian dan dinas perhubungan sebagai pihak yang berwenang, untuk membantu mengurai kemacetan kendaraan yang parkir di depan pintu masuk Pelabuhan Malundung. “Dalam pelaksanaannya semua pihak, instansi harus bersinergi,” tutupnya. (zar/lim) Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Malundung