Saat dikonfirmasi, Kabid Kebudayaan pada Disbudporapar Kota Tarakan, Abdul Salam menerangkan, terkait rencana revitalisasi saat ini sedang berjalan, hanya saja pengerjaan fisik belum dilakukan lantaran berbagai faktor. Kendati begitu pihaknya menegaskan dalam waktu dekat akan dilaksanakan.
“Saat ini sudah ancang-ancang kegiatan fisik dan pengawasan. Museum ini nanti dilakukan penambahan fasilitas yang diperuntukan untuk ruang pameran temporer, ruang preparasi, storage, dan lain-lain," ujarnya, (29/11).
Dijelaskannya, nantinya juga akan melakukan penambahan fasilitas ruangan sesuai kebutuhan museum yang harus memenuhi syarat. Misalnya kebutuhan ruang pameran temporer. Karena, setiap museum idealnya harus melakukan pameran temporer.
"Ruangan pameran temporer ini yang belum kita punya. Jadi kita akan tambah untuk kebutuhan pameran. Dua bulan dari sekarang ini sudah dilaksanakan. Kemudian sebenarnya untuk revitalisasi ada banyak yang dikerjakan selain penambahan gedung museum," tuturnya.
Dijelaskannya, jika saat ini museum sejarah tidak hanya menginformasikan peninggalan perang dan sejarah minyak saja. Namun museum memiliki pengertian lebih luas secara keseluruhan tentang sejarah Perang Dunia II di Kota Tarakan yang termasuk mencakup sejarah perminyakan.
"Museum modern dan memanfaatkan teknologi dapat menarik pengunjung agar bisa lebih atraktif. Konsep dan informasi detail juga akan disajikan dalam ruangan. Jadi pengunjung bisa merasakan dan membayangkan mengalami atau merasakan langsung sejarah itu," bebernya.
“Diharapkan ini menjadi hal menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya orang tua tapi generasi muda. Ada di belakang juga gedung art Tarakan Convention Center (TCC) gedung kesenian pertemuan cukup besar dan saya berharap 2023 juga selesai,” pungkasnya. (zac/eza) Editor : Azwar Halim