Tim SAR pun menurunkan personel untuk melakukan pencarian terhadap Anca pada Senin (31/10) pagi. Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril melalui melalui Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Dede Hariana mengatakan, pihaknya yang menerima laporan dari pihak keluarga, langsung menurunkan personelnya untuk melakukan pencarian. "Saat kejadian gelombang cukup tinggi sehingga saat korban terjatuh tidak ditemukan, meski rekan korban sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya korban," katanya.
Dilanjutkan Dede, saat kejadian speedboat milik korban mengalami trouble dan ditarik oleh speedboat teman korban. Speedboat ditarik menuju ke Tarakan. Namun saat ditarik, speedboat korban pun dihantam gelombang tinggi. Korban pun terpental saat itu hingga jatuh ke laut.
"Kita sempat mendapatkan informasi usai kejadian, namun saat tim SAR akan ke lokasi namun kondisi cuaca yang tidak memungkinkan ditambah gelombang tinggi," bebernya.
Dalam melakukan pencarian, pihaknya menurunkan 5 orang personel dalam satu Team Rescue Kantor SAR Tarakan. Proses pencarian menggunakan rigid inflatable boat (RIB) dan alat Aqua Eye untuk mendeteksi korban di perairan. "Dalam melakukan pencarian kami berkoordinasi dengan teman korban untuk memastikan di titik yang diduga terjadinya. Kami mau perhitungan lagi titik terjadinya sama dengan arus, kan mungkin korban sudah tidak di lokasi itu lagi. Apalagi arus cukup besar,” ujar Dede.
Untuk proses pencarian yang dilakukan kemarin, tim SAR tidak menemukan kendala lantaran cuaca masih mendukung dan dimaksimalkan pencarian di titik yang sudah diperkirakan. Namun, jika hingga sore tidak ditemukan, pencarian akan dilakukan lagi keesokan harinya. Selain dari SAR Tarakan dan keluarga korban, pencarian juga dilakukan bersama Direktorat Polairud Polda Kaltara maupun nelayan dan masyarakat yang ada di sekitar. “Kami lihat situasi, kemungkinan kalau tidak ditemukan besok akan kami luaskan pencarian sampai 1 nautical mile,” tutupnya. (zar/lim) Editor : Azwar Halim