Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke Surga

Sopian Hadi • Rabu, 25 Mei 2022 | 13:58 WIB
Berlanta Ginting, S.E, M.Div
Berlanta Ginting, S.E, M.Div
Persiapan Inaugurasi (Pelantikan) Gereja-Nya


Oleh: Berlanta Ginting, S.E, M.Div

RENUNGAN:
Kisah Para Rasul 1:1-3
“1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 1:2 sampai pada hari Ia terangkat.

Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup.

Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Kitab Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang ditulis Lukas -seorang tabib (Kolose 4:14) dengan latar belakang non-Yahudi, yang setia mendampingi Paulus hingga menjelang akhir kematiannya (2 Timotius 4:11).

Selain mempunyai kemampuan sebagai seorang dokter masa kini, Lukas juga merupakan seorang sejarawan yang cermat menyusun peristiwa demi peristiwa yang berkaitan dengan sejarah misi Gereja, termasuk peristiwa kenaikan Yesus Kristus (Ascension of Christ) yang dituangkannya dalam kitab Kisah Para Rasul.

Dalam ayat renungan Kitab Kisah Para Rasul 1:1-3 ini, Gereja sebagai sekumpulan pengikut Kristus belum dikukuhkan ketika Yesus terangkat ke surga (Kisah Para Rasul 1:2).

Gereja baru sebatas rasul-rasul yang dipilih-Nya dan yang telah menerima perintah Roh Kudus.

Sesudah menanti selama sepuluh hari setelah peristiwa kenaikan-Nya, dengan menghabiskan waktu berdoa dan berpuasa, baru setelahnya janji Roh Kudus dalam Lukas 24:49 untuk memperlengkapi murid-murid tergenapi.

Peristiwa sejarah ini menandai permulaan Gereja Kristus dan merupakan pelantikan (inaugurasi) terhadap kelahiran Gereja Kristus.

ISTILAH GEREJA

Yesus Kristus sendiri yang pertama kali menggunakan istilah khusus ekklesia untuk menunjuk murid-murid yang sedang bersama Dia (Matius 16:18) dan para murid mengenal Dia sebagai Tuhan serta menerima prinsip-prinsip kerajaan Allah.

Dari kosa kata Yunani ekklesia ini selanjutnya digunakan untuk merujuk kepada Gereja yang mengalami makna lebih luas ketika gereja lokal didirikan di mana-mana, dan semua itu disebut sebagai ekklesia sebab murid-murid Kristus dan umat percaya yang kemudian memanifestasikan Gereja Kristus secara universal.

Kata ekklesia ini bukan menunjuk kepada sinagoge tempat ibadah orang Yahudi, melainkan kepada sekumpulan orang percaya pengikut Yesus Kristus yang bertemu di suatu tempat.

Kata sinagoge secara eksklusif menunjuk kepada pertemuan ibadah orang Yahudi atau bisa juga menunjuk kepada arti bangunan tempat mereka berkumpul untuk beribadah secara umum (Matius 4:23; Kisah Para Rasul 13:43).

Orang Yahudi pada zaman Perjanjian Baru lebih menyukai istilah sinagoge untuk menunjukkan baik gedung maupun jemaat bertemu di sana.

PERSIAPAN MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS
Teks renungan Kisah Para Rasul 1:1-3 ini menjelaskan tak lama berselang, rasul-rasul dipersiapkan untuk misi besar menjadi saksi-saksi Kristus (Kisah Para Rasul 1:8).

Misi ini bersifat sentrifugal, yaitu misi yang akan bergerak ke luar dari sumbunya di Yerusalem menuju Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Misi ini akan mencakup ekspansi geografis ke seluruh dunia sebagaimana diutarakan J.Herbert Kane dalam bukunya A Concise History of The Christian Worls Mission, pewartaan kabar baik yang akan menjangkau segala bangsa (Matius 28:19-20), misi yang akan menembus lintas budaya dan membawa konsekuensi logis pertambahan jumlah pengikut Kristus.

Kenaikan Kristus ke surga yang berarti persiapan untuk pelantikan Gereja-Nya merupakan salah satu historical event (peristiwa sejarah) yang benar-benar terjadi karena disaksikan kedua belas murid-Nya (Lukas 24:51; Markus 16:19 dan Kisah Para Rasul 1:9).

Momen kenaikan ini bukan kejadian ilusi atau rekaan karena Lukas menyebut penampakan diri Yesus Kristus dilakukan berulang-ulang pasca kematian-Nya yang membuktikan Dia hidup (ayat 2).

Mengenai kebangkitan Kristus, Paulus sendiri kembali menjelaskan dengan sangat gamblang kepada jemaat di Korintus dalam surat pastoralnya yang pertama di 1 Korintus 15:1-58. Sebagian jemaat di Korintus saat itu terpengaruh dengan filsafat Epikurian yang menentang kebangkitan tubuh sekaligus tidak mempercayai kebangkitan Kristus.

Penampakan Kristus sendiri tidak hanya disaksikan oleh Kefas (Petrus ) dan murid-murid-Nya yang lain, melainkan juga kepada 500 orang yang kebanyakan saksi-saksi mata itu masih hidup ketika Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Korintus tersebut (1 Korintus 1:5).

Kebangkitan-Nya sah sebagai sebuah peristiwa historis karena dilihat banyak saksi mata, bukan hanya oleh satu orang.

Peristiwa kenaikan ini (ascension) merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan janji kedatangan-Nya yang kedua kali ke dunia.

Kisah 1:9 menjelaskan cara Kristus terangkat ke surga adalah cara yang sama yang akan Ia lakukan ketika kembali datang kedua kalinya ke dunia ini.

Hanya kedatangan-Nya yang kedua kali yang masih akan dinantikan dan akan mengalami penggenapan pada waktunya sedangkan yang lainnya sudah tergenapi.

Makna Kenaikan Kristus ke surga sebagai persiapan pelantikan Gereja Tuhan ditandai dengan adanya:

PERINTAH OLEH ROH KUDUS (AYAT 2)

Ada pemberi perintah sebelum gereja betul-betul dilantik untuk misi besar dalam peristiwa pencurahan Roh Kudus (Pentakosta).

Terdapat kejelasan bahwa yang memberi perintah adalah Roh Kudus itu sendiri. Sama seperti seorang karyawan honor, jika tidak ada Surat Keputusan (SK) dari instansi yang berwenang yang ditandatangani kepalanya dalam mengangkat karyawan honor yang di dalamnya berisi hak dan kewajiban, maka si karyawan honor akan berada dalam situasi kebingungan.

Bisa jadi dia ketika dia bekerja, maka tidak jelas apa yang menjadi tupoksinya.

Perlu ada pihak yang bertanggung jawab untuk tugas yang akan dikerjakan.

Demikian juga dengan murid-murid, tanpa adanya perintah (amanat) melalui Roh Kudus sebagai pihak yang mengautorisasi misi Gereja mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi, maka murid-murid berada dalam situasi kebingungan.

Apalagi secara mental dan psikis, murid-murid Kristus sudah guncang dan putus asa pascapenyaliban Yesus Kristus.

Kemunculan Kristus pascakematian, jelas menguatkan murid-murid-Nya.

Tuhan tahu apa yang diperlukan untuk kebutuhan pelayanan sehingga sepuluh hari setelah Yesus naik ke surga, Roh Kudus sendiri yang memberdayakan murid-murid dengan kuasa (dunamin; kata kuasa yang terdapat di Kisah Para Rasul 1:8).

Dari kata dunamin itu berkembang menjadi dunamit atau dinamit yang berarti kuasa dengan daya ledak yang besar.

Ingat saja bom berkekuatan tinggi (high explosive bomb), demikian pula dengan kuasa yang Roh Kudus berikan kepada Gereja Kristus ketika menerima perintah Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi.

Kristus membekali Gereja-Nya dengan kuasa yang dahsyat.

KONFIRMASI KEBANGKITAN KRISTUS (AYAT 3)

Konfirmasi berarti penegasan, pengesahan atau pembenaran terhadap kebangkitan-Nya yang menguatkan.

Rentetan kubur kosong yang ditemui para perempuan ketika bermaksud menengok Yesus (Matius 28;1), membeli rempah-rempah untuk meminyaki jenazah Yesus (Markus 16:1; Lukas 24:1) hingga kepada penampakan berkali-kali kepada murid-murid-Nya seperti kepada dua orang murid-Nya yang berjalan ke Emaus (Lukas 24:13-35) serta penampakan di pantai danau Tiberias (Yohanes 21:1-14) memiliki arti menegasikan atau mematahkan berita dusta (hoaks) yang disebar oleh Mahkamah Agama (Matius 28:11-15).

Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi sudah terlibat konspirasi jahat sejak merencanakan penangkapan dan pembunuhan Kristus (Matius 26:4).

Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi berusaha memengaruhi public opinion (opini publik) bahwa jenazah Yesus dicuri murid-murid-Nya pada waktu malam (Matius 28:12;15) dengan menyuap serdadu-serdadu yang menjaga jenazah Yesus.

Faktanya, murid-murid Yesus tidak ditangkap atas tuduhan pencurian jenazah yang tidak masuk akal itu.

Tidak juga terdapat penyelidikan oleh Pilatus sebagai penguasas Yudea pada waktu itu terhadap desas-desus pencurian jenazah tersebut.

Yesus bangkit dan menunjukkan diri kepada 500 orang lebih sudah sangat komprehensif menunjukkan kemenangan-Nya atas maut.

Kematian-Nya bukan sebuah kecelakaan atau keterpaksaan, melainkan misi sejak awal yang sudah Allah tentukan untuk menebus manusia dari dosa.

Apa berita yang hendak disampaikan murid-murid Kristus apabila Kristus memang tidak pernah bangkit? Tentu murid-Murid tidak punya kabar baik yang hendak disampaikan apabila jenazah Yesus berupa onggokan tulang tengkorak semata-mata di kuburan-Nya. Injil sendiri berarti kabar baik.

Ketika pelantikan Gereja-Nya terjadi, murid-murid-Nya bersama orang percaya di seluruh muka bumi telah diberikan kuasa dinamit untuk memberitakan berita kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.

Kristus yang naik dengan cara terangkat ke langit dan ditutupi awan menuju ke surga menandakan dia telah membuka jalan bagi Gereja-Nya untuk bersama-sama dengan Dia kelak di surga kekal.

Yesus Kristus akan kembali datang dengan cara yang sama ketika dia menjadi Hakim bagi semesta raya ini.

KESIMPULAN
Kenaikan Kristus ke Surga merupakan persiapan bagi Gereja Tuhan sebelum mendapatkan mandat resmi menjadi saksi-saksi-Nya mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Kenaikan Kristus ke surga merupakan peristiwa historis yang memang benar-benar terjadi dua ribu tahun yang lalu. Mari kita bersyukur untuk anugerah yang diberikan-Nya bagi kita melalui kelahiran, kematian, kebangkitan, kenaikan dan janji kedatangan-Nya yang kedua kali. Amin. (*/penulis merupakan sekretaris I Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Bulungan/lim) Editor : Sopian Hadi
#tarakan #Renungan