Kepada Radar Tarakan, salah satu pedagang ayam Pasar Gusher Tarakan, Taher (32) mengungkapkan bahwa penjualan daging ayam terbilang tidak tinggi. Selama Ramadan, Taher sanggup menjual 100 ekor, padahal hari biasa ia menjual 150 ekor.
Hal ini ia keluhkan lantaran banyaknya pedagang ayam di luar pasar yang menjual daging ayam dengan harga yang sama. "Anak buah inti banyak yang jualan di luar. Ngapain orang berdesak-desakan kalau sama saja harganya?," tuturnya.
Untuk harga daging ayam hanya naik Rp 2 ribu per kilogram, sebab di hari normal harga ayam mencapai Rp 38 ribu, namun kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. "Tapi sudah begitu, ya lihat saja. Sudah H minus berapa ini masih sepi yang membeli," ungkap Taher.(*) Editor : Muhammad Erwinsyah