Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tarakan Melonjak, Nunukan Masih Sepi

Azwar Halim • Rabu, 27 April 2022 | 09:55 WIB
RAMAI: Suasana Pelabuhan Tengkayu pada Selasa Siang (26/4). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
RAMAI: Suasana Pelabuhan Tengkayu pada Selasa Siang (26/4). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
JELANG perayaan Idulfitri arus mudik di Pelabuhan Tengkayu I terpantau semakin padat pada Selasa (26/4). Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Tengkayu I, Djerman mengakui jika saat ini terdapat peningkatan penumpang sebesar 40 hingga 50 persen dari sebelumnya. Kendati demikian, lonjakan diprediksi masih terus terjadi hingga 29 April mendatang.

“Kita bisa lihat terjadi peningkatan aktivitas cukup signifikan, kemungkinan lonjakan tanggal 28, 29 April. pengawasan operasional pelabuhan menyeluruh, pelayaran penumpang baik berangkat dan datang, parkir harus tertib di terminal,” ujarnya, Selasa (26/4).

Dijelaskannya, saat dibukanya posko aktivitas keberangkatan berjalan lancar dan aman. Adapun demi keamanan perjalanan para nakhoda dilakukan tes urine untuk memastikan kesiapannya membawa penumpang. Selain itu, guna menjamin keamanan kendaraan yang terparkir pihaknya melibatkan kepolisian dalam pengamanan.

“Hari ini juga motoris dilakukan tes urine, adapun mengantisipasi pencurian karena banyaknya kendaraan yang bermalam, kami koordinasi juga dengan kepolisian,” ungkapnya.

Sementara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pihak UPT Pelabuhan Tengkayu I juga menyediakan bus yang akan mengantar penumpang sampai di terminal keberangkatan. Adapun terkait meningkatnya  pedagang asongan di pintu keberangkatan, pihaknya juga akan melakukan penertiban dan pengarahan.

“Bus saat ini ada 2, kalau memang membludak kita akan sediakan 4 bus yang beroperasi dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore. Pos juga sudah kita dirikan untuk instansi intern Dishub saja. Memang, tidak ada aturan membenarman pedagang asongan boleh berjualan di area pintu dermaga,” terangnya.

Salah satu penumpang yang hendak menuju Malinau, Hamdan (30) mengungkapkan sejauh dirinya tidakengalami kendala dalam mengurus keberangkatan. Kendati begitu, ia mengeluhkan banyaknya kendaraan pribadi yang dapat masuk ke area dermaga secara langsung. “Cukup mudah memesan tiket dan area parkir juga dijaga. Tapi yang sangat disayangkan kok kendaraan pribadi masyarakat bisa masuk sampai ke dalam. Menurut saya layanannya sudah baik hanya saja petugasnya kurang tegas menertibkan kendaraan pribadi yang keluar masuk. Apalagi sudah kejadian kan kemarin ada sepeda motor jatuh ke laut. Seharusnya ini jadi perhatian,” pesannya.

JALUR ANTARKABUPATEN SEPI

Sejak hari H Ramadan hingga mendekati hari Lebaran, belum terlihat adanya lonjakan penumpang arus mudik secara signifikan yang terlihat di jalur antar kabupaten  Nunukan - Tarakan yang menggunakan pelajar speedboat reguler di Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan.

Bahkan, pernah terjadi penumpang tidak memenuhi kuota speedboat reguler yang seharusnya pada masing-masing trayek yang berlayar setiap harinya di PLBL Liem Hie Djung Nunukan. Meski begitu akhir-akhir ini, jumlah penumpang masih terbilang normal.

Kepala UPT PLBL Liem Hie Djung Nunukan, Frans Tony mengaku, belum ada lonjakan arus mudik yang terlihat. Dirinya melihat lebih kepada keadan normal saja. Bahkan itu terjadi sejak awal ramadan hingga sekarang.

“Ya, jadi masih terbilang normal saja, bahkan speedboat terkadang kekurangan penumpang, bagaimana mau disebutkan ada lonjakan jika seperti itu,” ungkap Tony kepada Radar Tarakan ketika diwawancarai, Selasa (26/4).

Tony mengaku, yang biasanya speedboat reguler bisa mengangkut 60 penumpang, hanya mengangkut 30 penumpang saja. Keadaan itu terkadang terjadi, meski tidak terlalu sering. Bahkan, pernah ada speedboat hanya mengangkut 6 orang penumpang saja.

Menurut Tony, ada sejumlah faktor yang menyebabkan sepinya penumpang. Seperti persyaratan perjalanan di masa pandemi yang harus dilengkapi, hingga keadaan ekonomi masyarakat. Padahal ada 9 armada yang aktif dengan masing-masing trayeknya di PLBL Liem Hie Djung Nunukan. Keberangkatan speedboat reguler dimulai dari pagi sejak pukul 07.20 Wita, hingga pukul 14.00 Wita.

Tak hanya penumpang keberangkatan, penumpang kedatangan juga terbilang tidak ada lonjakan hingga saat ini. Jumlah penumpang normal dijumlah 200 hingga 300 penumpang, masih berlangsung normal hingga saat ini.

“Artinya arus mudik speedboat lokal kita, masih normal saja, meskipun keadaan kurang penumpang masih  terjadi, itu sudah terjadi semenjak masa pandemi ini,” beber Tony.

Dengan keadaan ini, dipastikan tidak akan ada tambahan armada yang biasanya membantu arus mudik yang terjadi dengan jumlah yang meningkat secara signifikan. Trayek speedboat yang sudah ada, dipastikan tetap akan ada tanpa meninggalkan trayeknya karena kekosongan penumpang.

TES URINE NAKHODA

Ditpolairud Polda Kaltara melaksanakan pengambilan sampel acak para nakhoda yang terdapat di Pelabuhan SDF pada Selasa siang(26/4). Dirpolair Polda Kaltara Kombes Pol Bambang Wiriawan mengatakan pihaknya sengaja melaksanakan pengambila sample guna kesiapan para motoris atau juru kemudi saat megangkut penumpang. “Ini kan lagi Ops Ketupat Kayan 2022 dikarenakan para juru mudi akan mengangkut penumpang sehingga kita melakukan tes urin, jika tidak ada didapati yang menggunakan narkotika bearti jada trasportasi kita telah siap,” tuturnya.

Bambang mengatakan, untuk pengambilan urine para nakhoda diketahui diambil secara acak. “Jadi tadi ada sekitar enam nakhoda, kita ambil sampelnya dan seluruhnya negatif. Sebenarnya tidak ada indikasi hanya kita mengantisipasi saja, karena kita ketahui kali ini tidak ada batasan arus mudik sehingga kita betul betul mempersiapkan,” tambahnya.

Pihaknya juga akan melakukan penindakan jika didapati adanya motoris yang menyalahgunakan narkotika. “Selama ini belum kita temukan, kalau ada ya kita proses, bahkan perusahaannya akan kita lakukan teguran,” tukasnya.

Lebih lanjut, selain melaksanakan tes urine. Pihaknya juga akan bersama-sama dengan beberapa unsur terkait melakukan pemeriksaan dokumen dan alat keselamatan serta kelayakan kapal. “Kemungkinan besok (hari ini) akan kita lakukan operasi gabungan, kita akan memeriksa dokumen, alat keselamatandan kelayakan kapal tersebut,” lanjutnya.

Terkait dengan adanya atensi BMKG terkait cuaca buruk, Ditpolair memastikan akan melakukan pengawasan. “Kami akan memeriksa, melalui tim kami yang berada di SDF kita akanmelakukan pemeriksaan sebelum melaksanakan keberangkatan,” tandasnya. (*/zac/raw/tuy/lim)

 

  Editor : Azwar Halim
#mudik #pelabuhan