Ini dilakukan karena sering ditemukan kebocoran pipa yang menyebabkan layanan ke masyarakat menjadi sedikit terhambat.
Kepada Radar Tarakan, Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan bahwa PDAM Tirta Alam Tarakan sudah berdiri sejak tahun 80-an sehingga pipa PDAM sudah ada yang berusia 40 tahun.
"Inilah kita mulai peremajaan," ujarnya.
Idealnya, masa waktu penggunaa pipa hanya sampai 20 tahun.
Namun saat ini pihaknya masih menggunakan pipa yang usianya melebihi batas waktu tersebut, sehingga ini akan dibenahi perlahan-lahan.
Lamanya usia PDAM ternyata juga berpengaruh pada kualitas air, terutama saat terjadinya biarpet.
Sebab jika biarpet, akan menyebabkan terjadi kebocoran pipa yang disebabkan turbulensi.
"Jadi kalau airnya lancar, itu berarti nggak ada turbulensi. Kalau ada turbulensi, ya mau nggak mau dikikisnya semua itu makanya keruh, tapi keruhnya sebentar saja," beber Iwan. (*) Editor : Sopian Hadi