Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan Jembatan Bulan Diminta Perhatikan Dampak Lingkungan

Muhammad Erwinsyah • Senin, 25 April 2022 | 12:06 WIB
Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum
Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum
TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, meminta agar rencana pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) memerhatikan dampak terkait lingkungan.

Karena itu, ia menghimbau agar stakeholder terkait baik pemerintah maupun China Road And Bridge Corporation (CRBC) intens saling berkoordinasi agar dampak lingkungan benar-benar mendapatkan perhatian.

“Harus diperhatikan masalah ekologi, khususnya terkait lingkungan. Hal ini bertujuan agar ke depannya tidak ada persoalan lagi. Saya minta DLH juga menyiapkan sejumlah dokumen terkait lingkungan,” kata Gubernur, Senin (25/4).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hamsi mengakui juga telah diminta menyiapkan sejumlah dokumen berkaitan dengan kajian lingkungan. “Karena ini kan proyek besar kaitannya dengan pusat itu nanti terkait amdal-nya,” ujar dia.

Sehingga nantinya pembangunan proyek tersebut tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Apalagi, lanjutnya, dari rencana yang ada, jalan pendekat menuju jembatan Bulan akan melewati kawasan mangrove, seperti di daerah Desa Ardimulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan.

“Jembatan Bulan ini tentu harus memperhatikan masalah ekologinya, karena nantinya akan melintasi sejumlah kawasan mangrove. Kami harap proyek ini tetap ramah lingkungan dan karenanya ini perlu kajian lebih lanjut,” jelasnya.

Seperti diketahui jembatan yang diperkirakan sepanjang mencapai 29,16 kilometer itu, akan terbentang dengan lima titik. Titik pertama berada di Kota Tarakan, titik kedua di Pulau Sadau, dan titik ketiga di Pulau Payau. Lalu, titik keempat yakni Desa Liagu. Sementara itu, titik kelima akan ditempatkan di Kecamatan Sekatak, Pulau Agis menuju sungai Ancam, atau Pulau Agis menuju Pentian.

Rencana pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) kembali mencuat, setelah adanya pertemuan antara pemerintah daerah dengan salah satu perusahaan asal Tiongkok, CRBC pada Rabu (13/4) lalu.

Pertemuan dengan CRBC beberapa hari lalu itu, merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) antara Pemprov dengan CRBC yang sudah dilakukan sebelumnya. (lim) Editor : Muhammad Erwinsyah
#jembatan bulan #bulungan