Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ribuan KPM Tak Dapat Cairkan BPNT

Azwar Halim • Rabu, 20 April 2022 | 10:32 WIB
KONSULTASI: Beberapa masyarakat KPM yang berkunjung di Dinsos Tarakan sedang konsultasi terkait bantuan BPNT yang tak kunjung cair, Selasa (19/4)./YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN
KONSULTASI: Beberapa masyarakat KPM yang berkunjung di Dinsos Tarakan sedang konsultasi terkait bantuan BPNT yang tak kunjung cair, Selasa (19/4)./YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang telah didistribusikan sebanyak dua kali mendapat protes dari masyarakat. Pasalnya dari 7.862 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinyatakan mendapatkan BPNT, tercatat hanya 5.000 KPM yang memperoleh bantuan.

Salah satunya adalah Hasnah (70), yang tidak dapat mencairkan bantuannya. Ia pun datang ke Kantor Dinsos Tarakan untuk mempertanyakan pencairan BPNT. Dirinya merupakan seorang janda yang tidak memiliki pekerjaan. Ia mengaku sedih lantaran tidak mendapat pencairan BPNT selama dua kali berturut-turut. "Waktu itu yang cair Rp 600.000 saya tidak dapat. Sekarang lagi belum dapat juga," ujar warga Selumit ini.

Untuk itu, saat ingin mencairkan bantuan di Kantor Pos ia diarahkan ke Dinsos untuk menanyakan perihal tersebut. Namun petugas memberikan arahan untuk bersabar. "Dia (petugas) bilang sabar aja dulu, kami disuruh lapor ke kantor PKH," singkatnya

Sementara itu, Koordinator BPNT Tarakan, Imam Syaufani Fitrah saat dikonfirmasi menjelaskan, pencairan BPNT ini melalui bank non tunai. Hanya saja melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yang ingin mempercepat BPNT, sehingga pada Januari, Februari dan Maret dilakukan bantuan secara non tunai melalui himbara, namun saat ini melalui Kantor Pos sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga. "Setiap bulan Rp 200.000 itu dirapel menjadi Rp 600.000, itu triwulan I," ungkap pria yang akrab disapa Fitrah ini.

Pada triwulan II, dikatakan Fitrah pada April dicairkan secara non tunai melalui himbara, sedang Mei dilakukan pencairan tunai melalui Kantor Pos bersamaan dengan BLT minyak goreng yang dirapel sejak April, Mei dan Juni dengan jumlah Rp 100.000 per bulannya.

"Jadi, BPNT tunai sebesar Rp 200.000 bersama 300.000 BLT minyak goreng, jadi totalnya Rp 500.000. Tiap KPM menerima bantuan ini di bulan April Rp 500.000," jelas Fitrah.

Menyoal protes warga yang dinilai tidak merata pemberian BPNT dijelaskan Fitrah sebab penyalur bantuan terdapat didua tempat yakni kantor pos dan bank himbara. Pencairan di kantor pos dilakulan pada Mei sedang pencairan di bank dilakukan pada April.

"Jadi di bank itu pencairannya masih 5.000-an. Kemudian di Kantor Pos itu 7.000 secara langsung karena tunai, sedangkan bank itu bertahap karena melalui rekening. Kita masih dapat suratnya tahap I, kalau pos itu rekening giro jadi secara tunai," kata Fitrah.

"Kuota kita sekitar 7.000-an lebih kemarin. Untuk saat ini belum cukup dan belum mencapai 7.000-an. Apakah kementerian akan mengeluarkan bantuan lagi jelang Idulfitri atau tidak, itu nanti kita sambil menunggu di akhir bulan ini," sambungnya.

Ditegaskan Fitrah, pada dasarnya distribusi BPNT itu dilakukan secara balance, namun berdasarkan data terakhir tercatat 5.128 KPM. Sehingga masih ada 2.000 KPM yang belum tersalurkan. "Artinya mereka (KPM) mengadu karena tetangga dan kerabatnya sudah mengambil tapi mereka belum. Padahal sama-sama pegang kartu," tuturnya. Bantuan, dikatakan Fitrah belum ada sehingga pihaknya masih terfokus pada BPNT dan BLT minyak goreng. (shy/eza)

  Editor : Azwar Halim
#dinsos