Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Optimistis Haji Berangkat Bulan Ini

Azwar Halim • Selasa, 5 April 2022 | 14:32 WIB
Kepala Kemenag Tarakan, H.M. Shaberah. S.Ag, M.M.
Kepala Kemenag Tarakan, H.M. Shaberah. S.Ag, M.M.
TARAKAN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan optimistis jika tahun ini Indonesia akan kembali menyelenggarakan haji. Hal itu diutarakan Kepala Kemenag Tarakan, H.M. ShaberahS.Ag, M.M, saat ditemui. Ia menjelaskan, saat ini kondisi aktivitas di Arab Saudi sudah berangsur normal dan bahkan protokol kesehatan mulai dikendorkan.

Tidak hanya optimistis, bahkan ia menjelaskan jika tahun ini Indonesia tidak dapat memberangkatkan calon jemaah. “Kalau untuk penambahan kuota belum ada perkembangan, kedua kabar haji untuk tahun ini pun sebenarnya belum ada surat resmi dari pusat tapi kami berharap tahun ini ada keberangkatan jemaah haji. Kementrian Agama pusat, memiliki 3 kemungkinan pada tahun ini pertama kita dapat kuota 100 persen, kedua 50 persen dan 30 persen,” ujarnya, Minggu (3/4).

Kendati membeberkan adanya pengendoran aturan syarat keberangkatan, namun ia menegaskan jika calon jemaah wajib divaksin. Saat ditanyakan terkait kebijakan prioritas pada lansia, ia menerangkan jika kebijakan tersebut bergantung dari pusat. Jika kembali ada, maka Kemenag Pusat akan memilih beberapa calon jemaah yang terdapat di berbagai daerah. “Kouta kita kan 231 ribu. Saya optimistis tahun ini ada keberangkatan haji. Kalau di Arab Saudi kan aturannya sudah ada kelonggaran. Yang jelas tetap harus vaksin, kalau itu ketentuan secara umum yah,” imbuhnya.

Kan nanti kalau ada jemaah lansia yang diprioritaskan nanti ada dari pusat instruksinya. Dan itu pun datanya sudah di pusat. Misalnya lansia berumur 80 tahun, tinggal dilihat di databese, nah nanti mereka yang umumkan kepada daerah nama lansia yang diprioritaskan,” jelasnya.

Sementara untuk umrah, tak berbeda dengan haji dengan melakukan pengisian data di aplikasi sistem komputerisasi pengelolaan terpadu umrah dan haji khusus (Siskopatuh) guna merekam semua jejak calon jemaah umrah di Kemenag.

Ia mengakui, saat ini terjadi kenaikan signifikan dengan biaya perjalanan umrah. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, biaya perjalanan umrah berkisar Rp 22 juta per orang, sedangkan saat ini, berkisar Rp 35 juta sampai Rp 40 juta per orang.

“Dari Kementerian Agama itu Rp 35 juta, bahkan sampai Rp 40 juta, berarti banyak tambahannya kan. Nah bagi yang pas-pasan kasihan, tapi yang banyak punya uang aman saja kan, tinggal menambah saja,” ujar Shaberah.

Keberangkatan jemaah umrah saat ini, dinilai sama dengan haji plus, sebab agen travel mesti memilih paket yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

“Sudah satu paket itu kalau sudah berapa ditentukan Arab Saudi, hotelnya, transportasi lokalnya, jadi kalau sudah berangkat umrah berarti sudah aman di sana. Alhamdulillah kita bersyukurlah, artinya jemaah umrah banyak sekali tertahan sudah selama dua tahun,” pungkasnya. (*/zac/lim)

 

  Editor : Azwar Halim
#haji