Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perumda Dikadalin Jukir Nakal

Azwar Halim • Rabu, 16 Maret 2022 | 12:43 WIB
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha - Mappa Panglima Banding./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha - Mappa Panglima Banding./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Sejak dilimpahkan wewenang mengenai pengelolaan perparkiran di Tarakan, Perumda Aneka Usaha optimistis dapat meraup retribusi besar. Namun hingga 2 bulan berjalan, Perumda Aneka Usaha mengakui belum dapat mencapai target bulanan yakni sekira Rp 130 juta.

Tercatat pendapatan Perumda Aneka Usaha dari retribusi parkir hanya Rp 50 juta dalam dua bulan, dirata-ratakan Rp 25 juta sebulan.

“Ini kan masuk bulan ketiga, dari target yang sudah kita sampaikan (target) itu, Rp 1,6 miliar itu masih sepertiganya. Setiap bulannya kami target Rp 130-an juta. Sampai dua bulan ini pendapatan kami sekitar Rp 50-an jutaan,” ujar Direktur Perumda Aneka Usaha, Mappa Panglima Banding, Selasa (15/3).

Mappa menerangkan, penarikan retribusi terkendala pada kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan masih banyak kantong parkir yang sepi. “Saat ini kan masih banyak potensi parkir yang tidak tergarap yah. Karena berbagai macam kendala, ini masih kami usahakan. Kami masih kekurangan petugas parkir. Kalau titik yang kami identifikasi masih ada 170 titik yang belum terisi. Kendalanya petugasnya, padahal kami open recruitment (rekrutmen terbuka), kedua titik parkir itu tidak begitu potensial dari segi pendapatan, artinya lokasinya sepi,” tukasnya.

Ia menduga saat ini masih banyak petugas parkir nakal yang tak menyetor retribusi sesuai jumlah pengguna jasa. Meski begitu, pihaknya mengingatkan, jika oknum tersebut terbukti menggelapkan retribusi berpotensi dipidana. Termasuk juru parkir yang tidak memberikan karcis kepada pengendara. “Sepertinya masih banyak petugas tidak disiplin (nakal) menyetorkan hasil pungutannya. Kemudian sering tidak mencapai target. Targetnya misalnya Rp 100 ribu, setorannya cuma setengahnya. Sebenarnya kalau dilihat dari kondisi spotnya  kami yakin retribusinya di atas yang kami targetkan,” terangnya.

“Kalau mereka honornya harian, tergantung dari target mereka. Jadi rata-rata pendapatan mereka per hari dihitung dari total pendapatan mereka, kemudian dibagi jumlah hari kerjanya. Jadi kalau mereka masuk 15 hari berarti dibagi 15 kalau 20 hari dibagi 20. Kemudian dari total itu, 48,8 persen ke petugas parkirnya,” lanjutnya.

Lanjutnya, setiap spot parkir memiliki target yang berbeda sesuai potensinya. Sehingga setiap petugas parkir diwajibkan memenuhi target masing-masing. Menurutnya, jika melampaui target bulanan maka pihaknya akan memberi reward kepada petugas. “Setorannya beda-beda. Kan masing-masing titik itu potensinya beda-beda. Ada yang setoran per hari Rp 60 ribu, ada yang sehari setor Rp 250 ribu. Setiap lokasi kan tingkat keramaiannya berbeda-beda. Kalau lahan di pasar tidak bisa disamakan dengan di depan toko,” jelasnya.

“Jadi upaya meningkatkan pendapatan kami menjaga potensi lahan parkir. Istilahnya merawat. Kita melakukan pengawasan administrasi, kita bisa melihat kinerjanya. Kemudian menghitung jumlah setoran. Kan ada pengawasan sifatnya operasional itu kita awasi di tempat mereka bekerja,” pungkasnya. (*/zac/lim)

  Editor : Azwar Halim
#jukir