Kepada Radar Tarakan, salah satu warga Tarakan yang mengantre, Jumini menuturkan bahwa dirinya merupakan penjual gorengan di kawasan Lingkas Ujung sehingga sangat membutuhkan pasokan minyak makan. Pada Sabtu kemarin ia juga sempat mendapatkan minyak goreng sebanyak 1 liter yang dijatah di salah satu toko. "Tadi antre jam setengah 7. Tapi dapatnya jam 10 lewat," katanya.
Informasi adanya penjualan minyak goreng ini ia dapatkan dari sekolah, dengan harga Rp 28 ribu per 2 liter. Jumini mengharapkan agar harga minyak goreng dapat kembali murah dan mudah didapatkan agar dirinya bisa kembali menjalankan pekerjaannya sebagai pedagang gorengan seperti biasa.
Sementara itu, Kepala Disdakop Tarakan, Untung Prayitno menuturkan kegiatan pasar murah dilakukan pihaknya sehubungan dengan adanya animo masyarakat yang masih membutuhkan minyak goreng.
"Sebetulnya di Tarakan ini minyak goreng tidak langka. Cuma terbatas, dalam artian pendistribusian dari pabrik ke distributor ini dibatasi, karena kebutuhan minyak goreng ini bukan Tarakan saja tapi se-Indonesia. Makanya hari ini kami melakukan koordinasi dengan pihak distributor untuk melakukan kegiatan pasar murah," jelas Untung.
Sebelum melakukan distribusi, pihaknya meminta kuota untuk Kota Tarakan dan rencananya akan dilakukan di pasar sebengkok. Selanjutnya pada Kamis mendatang pihaknya akan melakukan pasar murah di daerah Juata, kemudian di kawasan Kecamatan Tarakan Timur, yakni di Pantai Amal sebanyak dua titik dengan menggandeng ibu-ibu PKK.
"Hari ini kami gelontorkan 4 ton setengah untuk minyak goreng kemasan 2 liter. Karena yang 5 liter ini kami fokuskan untuk UKM karena membutuhkan banyak, sedangkan minyak makan di rumah tangga 2 liter itu cukup untuk satu minggu," katanya. (*) Editor : Muhammad Erwinsyah