Saat dikonfirmasi, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus menerangkan, jika calon kandidat kepala Otorita IKN menjadi wewenang Presiden Joko Widodo. Namun tentunya pertimbangan tersebut tentunya telah dikaji dan diuji secara matang dan telah melalui pendapat legislatif.
“Saya pikir kepala Otorita IKN itu menjadi pertaruhan penting Presiden. Tentu dalam hal ini Istana tidak serta merta menunjuk secara instan. Pasti melalui pertimbangan dan masukan dari berbagai elemen,” ujarnya, Minggu (27/2).
Menurutnya, siapa pun yang terpilih tentunya memiliki kemampuan, pengalaman dan keterampilan yang tidak diragukan dalam memimpin. Kendati begitu, ia belum dapat menebak siapa nama kandidat kuat siapa bakal calon kepala otorita IKN mendatang.
“Tentu yang ditunjuk pak Presiden memiliki kemampuan dari segi pemahaman pengalaman keterampilan untuk mengelolah proyek-proyek yang sangat kompleks dan punya tekanan waktu luar biasa,” ucapnya.
Kendati begitu, menurutnya kepala Otorita IKN merupakan sosok dari Pulau Kalimantan. Menurutnya memimpin bukan hanya persoalan kemampuan, namun memahami suatu subkultur daerah juga menjadi bagian terpenting.
“Dari orang Kalimantan sendiri, saya kira biarlah Presiden yang tentukan, dan saya kira sekarang semua organisasi masyarakat, pemuda, lembaga adat, sedang mengusulkan nama-nama kepada Presiden,” ucapnya.
Anggota Komite III DPD RI, Hasan Basri menilai, kepala Otorita IKN Nusantara haruslah seseorang yang memiliki kapasitas, kapabilitas luar biasa dan mengetahui seluk beluk Pulau Kalimantan.
Menurutnya, kepala Otorita IKN memiliki tugas yang tidak mudah yakni memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur dalam kurun waktu 2 tahun. Kata Senator asal Kalimantan Utara tersebut, kepala Otorita IKN Nusantara layaknya memiliki dedikasi, kerja keras, dan menghibahkan waktunya untuk memimpin proses persiapan hingga pemindahan ibu kota.
“Menurut saya kepala Otorita IKN Nusantara diisi seorang yang berasal langsung dari pulau Kalimantan. Itu karena memiliki pengalaman eksekusi kebijakan praktis di lapangan. Karena saat ini banyak putra/putri yang berasal dari Pulau Kalimantan yang mempunyai kapasitas baik,” jelasnya.
Kata dia, Kalimantan memiliki tokoh-tokoh yang berkualitas nasional. Sehingga menurutnya bukanlah hal tidak mungkin tokoh Kaltara dapat menjadi nakhoda bagi IKN.
“Di Kalimantan, banyak tokoh berkualitas seperti Wakil Ketua MPR Mahyudin, eks Gubernur Kalbar Cornelis, eks Gubernur Kalteng Teras Narang dan Anggota DPD RI Marthin Billa. Menurut kami, mereka merupakan sosok yang wawasan kebangsaannya sudah teruji di tingkat nasional. Mereka juga mantan kepala daerah yang sudah cukup paham dan tahu persoalan-persoalan di wilayah IKN,” ucapnya.
“Misalnya seperti Dr. Mahyudin yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPD RI, juga pernah menjabat sebagai bupati Kutai Timur, anggota DPR RI, dan juga wakil ketua MPR RI, serta telah mendapat bintang mahaputra naraya dari Presiden Jokowi,” pungkasnya. (*/zac/lim) Editor : Sopian Hadi