Sebab di Kota Tarakan, kini tercatat 9 sekolah dinyatakan positif terpapar Covid-19. Juru Bicara Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes mengatakan bahwa sejak minggu lalu, Tarakan sudah mengalami perkembangan kasus Covid-19.
Hal ini dikarenakan rutinnya dilakukan tracing kasus, testing dan pengobatan apabila ditemukan adanya masyarakat yang terpapar Covid-19. "Ada beberapa sekolah yang sudah terpapar jadi tidak melakukan kegiatan PTM,” ungkap Devi.
Pelaksanaan surveillance oleh pihaknya telah dilakukan sejak adanya keputusan pemerintah untuk melaksanakan PTM di Desember 2021 lalu. Surveillance ini diselenggarakan setiap bulan yang terdiri dari sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerja puskesmas.
“Sekolah yang dijadikan sampel itu tidak boleh SD semuanya, atau SMP semuanya atau SMA. Jadi harus ada SD, SMP dan SMA ataus berbeda strata. Yang disampling itu guru dan murid. Kalau ada satu yang terkonfirmasi positif, kami lakukan tracing kasus dan melakukan pemeriksaan,” jelasnya. (*) Editor : Muhammad Erwinsyah