Hal tersebut diakui Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes. "Ada beberapa juga, ada 1 sampai 2 kasus (sekolah lockdown). Tapi biasa saja, nggak banyak," ungkapnya.
Dijelaskan Khairul, jika angka positif rate berada di atas 8 persen, maka satu sekolah terpaksa dilakukan lockdown sementara. Namun jika penyebaran Covid-19 hanya terjadi pada satu kelas saja, maka satu kelas akan melakukan lockdown.
"Jadi nggak semua berhenti. Tapi kebijakan dalam level 2 itu 50 persen. Kalau ditemukan terjadi cluster PTM 8 persen dari total siswa, maka harus lockdown sementara sambil dilakukan skrining seraya menunggu selesainya masa isolasi mandiri," jelas Mantan Sekretaris Kota Tarakan ini. (*) Editor : Muhammad Erwinsyah